novel-bamukmin
Koordinator Humas Persaudaraan 212 Novel Bamukmin.

JAKARTA, harianpijar.com – Persaudaraan alumni 212 menduga aksi demo yang digelar Forum Umat Islam Revolusioner (FUIR) di gedung DPRD DKI Jakarta, berupaya untuk memecah belah umat Islam.

Menurut Koordinator Humas Persaudaraan 212 Novel Bamukmin, aksi demo yang mengatasnamakan membela pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tersebut, adalah aksi liar.

“Itu aksi liar mengatasnamakan membela Habib Rizieq dan itu diduga kerjanya penguasa yang ingin memecah belah Persatuan Umat Islam,” kata Novel Bamukmin kepada media, Selasa 20 Maret 2018.

Seperti diberitakan, massa Forum Umat Islam Revolusioner (FUIR) menggelar demo di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin 19 Maret 2018 kemarin. Dalam orasinya menilai Gubernur-Wakil Gubernur DKI  Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengabaikan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Bahkan, menurut koordinator lapangan aksi FUIR Dhani Lesy, kemenangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI 2017 tidak lepas dari peran besar kelompok Islam. Lain itu, menurutnya Anies Baswedan hanya menggunakan umat untuk kepentingan politiknya.

Namun, pernyataan FUIR itu dibantah oleh Koordiantor Humas Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin. Bahkah, menurut Novel Bamukmin, Anies-Sandi tidak pernah melupakan jasa Rizieq Shihab.

“Tidak benar,” kata Novel Bamukmin singkat.

Lebih lanjut, ditegaskan Novel Bamukmin, dirinya tidak mengetahui latar belakang FUIR. Bahkan, FUIR bukanlah bagian dari Alumni 212.

Sementara, hal senada juga dilontarkan kuasa hukum Rizieq Shihab, Egi Sudjana, dirinya juga tidak mengetahui organisasi FUIR yang berdemo membela Rizieq Shihab.

“Saya enggak tahu siapa mereka,” kata Egi Sudjana, saat ditanya soal pernyataan FUIR yang menyebut Anies melupakan jasa Rizieq Shihab.

SUMBERCNN Indonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR