hakam-nadja-pan
Politikus PAN Abdul Hakam Naja.

JAKARTA, harianpijar.com – Menanggapi kritikan Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais soal adanya pembohongan dalam program bagi-bagi sertifikat tanah oleh pemerintah berkuasa saat ini, tidak perlu dengan ancaman.

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Abdul Hakam Naja, dalam kehidupan demokrasi kritik adalah suatu keniscayaan, jadi tidak perlu alergi terhadap kritik apalagi menanggapi kritik dengan ancaman.

“Kritik malah bisa mendorong kinerja pemerintah dalam membangun dan melayani masyarakat,” kata Abdul Hakam Naja kepada media saat menanggapi pernyataan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Selasa, 20 Maret 2018.

Lebih lanjut Abdul Hakam Naja mengatakan, jika kritik yang disampaikan masyarakat ditanggapi dengan ancaman, maka itu sikap anti-demokrasi.

“Biarlah masyarakat menilai terhadap kritik tersebut dan kinerja pemerintah di sisi lain,” ucapnya.

Menurut Abdul Hakam Naja, seharusnya kritik dijadikan sebagai pendorong untuk evaluasi atas kelemahan yang ada pada pemerintah, yang perlu terus ditingkatkan.

“Kritik pak Amien itu tanda perhatian beliau terhadap masalah bangsa, karena semua anak bangsa memang mesti terlibat dalam pembangunan bangsa yang kita cintai ini,” ujar Abdul Hakam Naja.

Seperti diberitakan, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dalam bereaksi dimedia online nasional dengan keras mengatakan, “Jangan asal kritik saja. Saya tahu track record-mu kok. Kalau kau merasa paling bersih, kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok, ya sudah diam sajalah. Tapi jangan main-main, kalau main-main, kita bisa cari dosamu kok. Emang kau siapa?”.

Reaksi Luhut Binsar Panjaitan ini muncul saat dirinya menanggapi pernyataan Amien Rais yang menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) bohong atau ngibul terkait pembagian sertifikat tanah. (Rep)

loading...