Arif-Zulkifli-1
Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah Tempo Arif Zulkifli temui massa aksi. (foto: Kumparan/Mirsan)

JAKARTA, harianpijar.com – Aksi unjuk rasa yang dilakukan Laskar Pembela Islam (LPI) yang merupakan sayap dari Front Pembela Islam (FPI) di Kantor Tempo pada Jumat, 16 Maret 2018 pekan lalu, dapat membahayakan Indonesia.

Wasekjen DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Agama dan Kemasyarakatan Danik Eka Rahmaningtias menilai aksi unjuk rasa yang dilakukan FPI itu sama sekali tidak dapat dibenarkan.

“Aksi yang dilakukan FPI pada Jumat lalu, sama sekali tidak dapat dibenarkan dan membahayakan Indonesia. FPI dan organisasi manapun di Indonesia tidak berhak mengambil alih hukum ke tangan mereka sendiri,” kata Danik Eka Rahmaningtias dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin, 19 Maret 2018.

Menurut Danik Eka Rahmaningtias, dalam ketentuan peraturan perundang-undangan ormas dilarang melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang penegak hukum.

“Ormas dilarang melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang penegak hukum, hal tersebut dijelaskan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Lebih lanjut Danik Eka Rahmaningtias mengatakan, pihaknya berpendapat tindakan FPI itu telah melanggar Pasal 59 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas), yang menyatakan bahwa ormas dilarang menyampaikan aspirasi dengan melakukan tindakan kekerasan dan mengganggu ketenteraman.

“FPI berhak untuk menyatakan ketersinggungan dan kemarahannya, namun harus tetap dalam koridor hukum dan tidak mengancam hak asasi manusia,” jelas Danik Eka Rahmaningtias.

Bahkan, menurutnya, aksi FPI itu merupakan ancaman terhadap demokrasi dan hak warga negara untuk mengungkapkan pendapat yang justru telah dijamin oleh UUD 1945.

“Untuk itu, kami meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap FPI atau organisasi manapun yang melakukan aksi intimidasi terhadap media massa dan warga Indonesia,” tandas Danik Eka Rahmaningtias.

Seperti diketahui, massa Laskar Pembela Islam (LPI) yang merupakan sayap dari Front Pembela Islam (FPI) mendatangi Kantor Tempo dan melakukan aksi menuntut permintaan maaf dari media tersebut.

Mereka mempermasalahkan salah satu karikatur yang dimuat Majalah Tempo pada edisi 26 Februari 2018 karena dinilai karikatur itu merupakan bentuk penghinaan terhadap Rizieq Shihab. (Ant)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR