jokowi-elektabelitas
Joko Widodo (Jokowi) – Foto Net.

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengatakan elektabilitas calon presiden Joko Widodo (Jokowi) belum aman dan butuh cawapres yang mampu meningkatkan elektabilitasnya.

Menurut Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding, mengatakan mayoritas lembaga survei rata-rata menempatkan elektabilitas capres Joko Widodo pada persentase 47-52 persen. Namun, dirinya menilai persentase tersebut belum dapat dikatakan aman belum bisa dipastikan jadi.

”Persentase itu belum cukup aman. Artinya, pak Jokowi belum bisa dikatakan pasti jadi (pasti unggul),” kata Abdul Kadir Karding saat diskusi tentang kriteria cawapres Jokowi yang diselenggarakan lembaga kajian Para Syndicate di Jakarta, Jumat 16 Maret 2018 kemarin.

Lebih lanjut, juga ditegaskan Abdul kadir Karding, dirinya menilai Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, merupakan sosok yang pas untuk menaikkan elektabilitas capres Jokowi. Karena, pada Pilpres 2014, dirinya mampu mengamankan suara Jokowi-Jusuf Kalla di Jawa Timur.

“Mohon maaf, mungkin kalau suara di Jawa Timur itu hilang, belum tentu pak Jokowi-JK menang. Sebab di Jawa Barat kalah,” tegas Abdul Kadir Karding.

Selanjutnya, Abdul Kadir Karding juga menjelaskan, cawapres Joko Widodo (Jokowi) harus mampu memperkuat, mengisi dan menyempurnakan visi-misi sehingga dapat berjalan selaras. Sementara, PKB di bawah kepemimpinan Cak Imin sudah mendukung penuh Jokowi sejak awal Pilpres 2014.

Karena itu, menurutnya PKB tidak mau berbasa-basi dan diyakini tujuan berpolitik adalah berkuasa demi menyejahterakan rakyat. Lain itu, PKB mencoba mengukur diri dengan mencalonkan ketua umumnya sebagai cawapres.

“Mengapa mencalonkan jadi cawapres bukan capres, karena PKB realistis. Kalau pak Jokowi cocok, alhamdulilah, namanya juga usaha. Usaha bahwa kami menawarkan kader terbaik kami seorang santri tulen yakni orang yang paham Islam rahmatan lil alamin.” ucap Abdul Kadir Karding.

Namun, dikatakan Abdul Kadir Karding, jika Joko Widodo (Jokowi) tidak memilih Cak Imin sebagai wakilnya, PKB tidak mau berandai-andai.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR