Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan dirinya tidak akan datang memenuhi tantangan dari kader muda Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) Pipin Sopian untuk bermubahalah.

Menurut Fahri Hamzah, dirinya tidak akan datang memenuhi tantangan untuk bermubahalah atau meminta doa kepada Allah agar diturunkan laknat jika terbukti berbohong. Karena, saat ini dirinya masih di Gorontalo.

“Saya masih di Gorontalo,” kata Fahri kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/3).

Lebih lanjut, ditegaskan Fahri Hamzah, dirinya juga tidak mengenal Pipin Sopian yang mengklaim sebagai kader PKS. Bahkan, menurutnya dirinya hanya bersengketa dengan Presiden PKS Sohibul Iman dan tidak bersengketa dengan partai dan juga kader-kader PKS lainnya, termasuk Pipin Sopian.

“Dalam kasus ini saya tidak ada bersengketa dengan dia (Pipin Sopian-red), saya juga tidak terlalu kenal,” tegas Fahri Hamzah.

Selanjutnya, Fahri Hamzah menjelaskan, dalam menyelesaikan permasalahan lebih baik menjunjung tinggi hukum yang ditetapkan oleh negara. Bukan dengan cara lain seperti mubahalah.

“Negara kita punya hukum keperdataan,” jelas Fahri Hamzah.

Seperti diberitakan, Pipin Sopian menantang Fahri Hamzah lantaran dianggap sering menyampaikan informasi yang tidak benar.

Sementara, menurutnya salah satu pernyataan Fahri Hamzah saat wawancara dengan salah satu stasiun TV swasta pada Desember 2017. Saat itu, Fahri Hamzah menyebut bahwa PKS sudah tidak sabar memecat dirinya sejak awal.

Namun, hal itu dibantah Pipin Sopian dan bahkan menurutnya Fahri Hamzah sudah diajak untuk duduk bareng bersama Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri untuk menyelesaikan masalah.

Karena, alasan itu, dirinya mengajak Fahri Hamzah bermubahlah hari ini di Masjid Al Hikmah Bangka, Jakarta Selatan usai salat jumat. Dirinya menantang Fahri Hamzah untuk datang dan membuktikan kebenaran ucapannya.

“Ya, kita lihat kalau beliau memang benar silahkan datang. Ini ikhtiar saya dan teman teman yang mendukung mubahalah ini melihat cara ini salah satu solusi,” kata Pipin Sopian.

Bahkan, menurut Pipin Sopian, rencananya akan datang sejumlah kader dan simpatisan PKS dalam acara mubahalah tersebut. Bahkan, dirinya juga mengatakan tantangannya telah diketahui dan disetujui oleh PKS.

Sementara, menurut Ustaz Suwanto lulusan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA), yang turut hadir bersama Pipin Sopian, menjelaskan mubahalah merupakan tindakan meminta kepada Allah untuk menurunkan laknat ke masing-masing pihak.

Bahkan, ditegas Ustaz Suwanto, mubahalah dalam agama Islam juga pernah dilakukan oleh Rasulullah.

“Tapi para ulama memberikan syarat yang ketat, harus sangat serius dan ikhlas melakukannya. Efek enggak hanya pribadi tapi mubahalah juga ditanggung keluarga,” kata Suwanto.

SUMBERCNN Indonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR