yusril-pbb
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

JAKARTA, harianpijar.com – Pakar Hukum Tata Negara yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyatakan jalan untuk menjadi calon presiden (capres) di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang, untuk dirinya sudah tertutup.

Menurut Yusril Ihza Mahendra, hal tersebut tidak terlepas dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mempertahankan presidential threshold (PT) 20 persen kursi DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional.

Selanjutnya, ketetapan tersebut sangat menguntungkan calon petahana Joko Widodo (Jokowi) di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Lain itu, dirinya juga memprediksi Pilpres 2019 akan kembali menyuguhkan dua pasangan calon, yaitu Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

“Jadi nanti Pilpres 2019 skenarionya Jokowi versus Prabowo lagi,” kata Yusril Ihza Mahendra kepada wartawan, Kamis 15 Maret 2018.

Lebih lanjut, dijelaskan Yusril Ihza Mahendra, dirinya juga berpendapat poros ketiga atau poros Islam di pilpres 2019 akan sulit terbentuk lantaran hampir seluruh pimpinan partai politik sudah tersandera dan dikuasai oleh Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan, menurutnya Partai Demokrat di bawah pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disebut-sebut akan menjadi kunci di poros ketiga juga sudah memberikan sinyal kuat akan merapat ke barisan Joko Widodo (Jokowi).

“SBY ini ujung-ujungnya ke Jokowi kok. Semua sudah tersandera oleh Jokowi,” jelas Yusril Ihza Mahendra.

Selain itu, ditegaskan Yusril Ihza Mahendra, soal poros Islam dirinya pesimis. Karena, kondisi poros baru seperti yang pernah di prakarsai di pemilu tahun 1999 sudah sulit untuk dibentuk kembali. Bahkan, tidak ada lagi partai politik yang murni memperjuangkan Islam lagi.

“Paling jelas warna Islamnya sekarang ya PBB. Tidak ada lagi. Jadi poros Islam juga susah terbentuk,” tegas Yusril Ihza Mahendra.

Sementara, dikatakan Yusri Ihza Mahendra, melihat kondisi ini partai dan basis pendukungnya sudah memutuskan untuk tidak akan mendukung Joko Widodo (Jokowi) kembali memimpin Indonesia. Bahkan, jika akhirnya skenario pilpres 2019 memunculkan calon tunggal Joko Widodo (Jokowi), PBB siap kampanyekan lawan kotak kosong.

Sedangkan, menurut Yusril Ihza Mahendra, PBB masih cenderung membuka kemungkinan untuk merapat ke kubu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Kalau ke Jokowi pasti tidak. Prabowo masih bisa negosisasi. Intinya kami tidak akan dukung Jokowi. Kalau Jokowi calon tunggal, kami kampanyekan kotak kosong, biar kotak kosong yang menang,” tandas Yusril Ihza Mahendra.

SUMBERCNN Indonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR