Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Irjen Idham Aziz mengatakan, Polisi masih terus melakukan penyelidikan atas kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Lain itu, dirinya juga menampik penyelidikan kasus itu tidak dilaksanakan secara serius.

Menurut Idham Aziz, pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan yang sudah terjadi sejak setahun lalu, akan segera terungkap dan hanya masalah waktu saja.

“Saya ingin meyakinkan bahwa penyidik Polda Metro sampai hari ini terus bekerja melakukan penyelidikan. Ini hanya menyangkut masalah waktu saja,” kata Idham Aziz saat rapat kerja antara Komisi III DPR dengan Polri di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 14 Maret 2018.

Lebih lanjut, dijelaskan Idham Aziz, saat ini Kepolisian telah membentuk satuan tugas khusus untuk menyelidiki kasus tersebut. Sebanyak 166 penyidik Polri dilibatkan dalam tim tersebut.

Bahkan, menurutnya selain penyidik internal Kepolisian, satgas itu juga melibatkan tim teknis KPK dan setiap satu minggu sekali, Satgas gabungan melakukan analisa dan evaluasi. Bahkan, dalam perkembangan penyelidikan Kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap 68 saksi dan sebanyak 38 CCTV juga sudah diperiksa dengan bantuan Kepolisian Federal Australia (AFP).

“Lalu 91 toko kimia yang sudah kami lakukan pemeriksaan,” jelas Idham Aziz.

Selanjutnya, Idham Aziz juga menegaskan, dari seluruh tindakan penyelidikan belum ada titik terang untuk mengungkap siapa pelaku penyiraman. Namun, Kepolisian tetap bekerja profesional dan menjadikan kasus tersebut sebagai prioritas.

“Kami kerja terus, mohon doa. Tidak ada kata berhenti, jalani terus. Kemudian bekerja berdasarkan profesionalitas,” tegas Idham Aziz.

Sementara, dikatakan Idham Aziz, untuk meyakinkan penyelidikan berjalan sesuai aturan, Polda Metro Jaya juga diawasi oleh internal pengawas Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri serta Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri.

“Selain itu dari eksternal Ombudsman dan Kompolnas juga mengawasi,” ucap Idham Aziz.

Sementara, menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, perkembangan kasus Novel Baswedan sudah mengerucut ke tiga orang terduga pelaku. Bahkan, dugaan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap seluruh saksi yang diperiksa.

“Saya pikir perkembangan kasus Novel Baswedan sebenarnya sudah mengerucut kepada tiga orang. Dan tiga orang itu sudah disampaikan ke publik,” kata Tito Karnavian.

Namun, ditegaskan Tito Karnavian, pengungkapan sebuah kasus memang tidak bisa ditentukan dari cepat atau lamanya waktu.

“Persoalan adalah masalah timing waktu 11 bulan sepertinya terlihat panjang di banding kasus-kasus yang terungkap cepat. Ada yang terungkap cepat hitungan jam, hitungan hari, ada juga yang terungkap cukup lama,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mantan Kapolda Metro Jaya ini.

loading...