Jenderal-Tito-Karnavian
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (foto: Dok. Setkab)

JAKARTA, harianpijar.com – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengakui adanya kejanggalan dalam fenomena kasus penyerangan ulama yang terjadi beruntun akhir-akhir ini.

Menurut Tito Karnavian, merupakan hal yang tidak wajar dimana para penyerang diduga dengan keadaan kondisi mengidap gangguan kejiwaan dalam lima kasus.

“Ini pertanyaan yang menggantung,” kata Tito Karnavian dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPR RI, di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 14 Maret 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Tito Karnavian, penyerangan ulama yang terjadi dan diduga dilakukan oleh orang dengan gangguan jiwa terjadi di Jawa Barat dua kasus, Jawa Timur satu kasus, Jakarta dan Aceh. Bahkan, dalam penyidikan Polri, belum ditemukan adanya keterkaitan satu sama lain antar kasus.

Selanjutnya, Tito Karnavian juga menjelaskan, hal ini tidak lantas menghentikan pendalaman Polri. Karena itu, dirinya berjanji, akan terus melakukakan pendalaman dalam fenomena penyerangan ulama tersebut.

“Belum bukan berarti tidak, kita masih mendalami,” jelas Tito Karnavian yang juga mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Selain itu, Tito Karnavian juga berjanji dengan serangkaian penyerangan ini, Polri akan terus melakukan penjagaan terhadap para ulama. Bahkan, menurutnya Satgas khusus untuk penyidikan serangkaian kasus penyerangan ulama juga masih berjalan. (Rep)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR