GNPF-Ulama
Pengurus GNPF Ulama dalam sebuah acara.

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan dalam waktu dekat pihaknya berencana akan menggelar kongres umat Islam.

Kongres yang akan dilangsungkan pada April 2018 mendatang itu, akan membahas berbagai isu seperti memperkuat persatuan umat dalam menghadapi Pilkada 2018, Pileg dan Pilpres 2019.

“Dalam kongres tersebut, kami menyoroti isu-isu utama terkait dengan kepentingan umat Islam,” kata Yusuf Muhammad Martak saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018.

Yusuf Muhammad Martak mengatakan, melalui kongres itu pihaknya ingin mengedukasi umat, agar memahami dan menentukan calon pemimpin yang layak dipilih sesuai rekam jejak yang bersih dan kompetensinya.

Menurutnya, persatuan umat penting untuk dijaga di tengah terpaan isu-isu utama yang rentan memecah belah dan maraknya kabar bohong.

Selain isu politik dan kabar bohong, dirinya juga menyoroti isu lainnya yang perlu mendapat perhatian khusus dari umat Islam, seperti kasus penganiayaan terhadap ulama.

“GNPF Ulama mengapresiasi langkah penegak hukum untuk memproses kasus tersebut. GNPF Ulama juga mengimbau agar keadilan ditegakkan tanpa diskriminasi,” ujar Yusuf Muhammad Martak.

Sementara itu, dikatakan Yusuf Muhammad Martak, pada Oktober 2017 GNPF MUI berubah nama menjadi GNPF Ulama. Dirinya pun didaulat menjadi ketua GNPF Ulama menggantikan Ustaz Bachtiar Nasir.

Menurutnya, GNPF Ulama merupakan gerakan nasional yang cinta damai dan antianarkisme. GNPF Ulama juga menghargai kebhinekaan.

“Setelah dua tahun berjalan, struktur organisasi GNPF Ulama juga mengalami perubahan dalam rangka penyegaran dan pemutakhiran. Ke depan, struktur organisasi GNPF Ulama akan berbentuk presidium,” tandas Yusuf Muhammad Martak. (Rep)

loading...