Fadli-Zon-dan-Fahri-Hamzah
Fadli Zon dan Fahri Hamzah. (foto: Antara Foto/Hafidz Mubarak)

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah dilaporkan oleh Cyber Indonesia ke Polda Metro Jaya. Kedua wakil rakyat tersebut diduga menyebarkan berita bohong atau hoax melalui media sosial.

Perwakilan Cyber Indonesia Muhammad Rizki yang didampingi kuasa hukumnya, Muhammad Zakir Rasyidin, mengatakan Fadli Zon dan Fahri Hamzah dilaporkan dengan dugaan menyebarkan hoax dan kebencian berbau SARA melalui akun Twitter @fadlizon dan @Fahrihamzah.

Akun @fadlizon dan @Fahrihamzah menyebarkan hoax dari pemberitaan Jawa Pos yang sudah diklarifikasi.

“Dalam hal ini salah satu media yang dikutip, sudah memberikan klarifikasi bahwa apa yang diberitakan akan memunculkan suatu kegaduhan. Maka dari itu pihak media mengklarifikasi dan mencabut. Tapi yang amat kita sayangkan, posisi FH dan FZ yang pejabat tetap mempertahankan berita hoax,” kata Rizki di Polda Metro Jaya, Senin, 12 Maret 2018.

Lebih lanjut Rizki menilai, laporannya ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak menyebarkan berita bohong.

Menurutnya, berita bohong bisa memecah belah bangsa. Selain itu, ini juga bagian dari partisipasi publik mendukung program pemerintah dalam rangka memerangi hoax dan ujaran kebencian di media sosial.

“Dan ini kewajiban saya sebagai WNI tidak ingin Indonesia sebagai mayoritas muslim terbesar, rusak seperti Suriah. Nama kita masih bagus di mata internasional. Jangan sampai ini terjadi,” ujar Rizki.

Fadli Zon dan Fahri Hamzah me-retweet akun Twitter @jawapos yang berisi: Ketua MCA adalah Ahoker. Jadi maling teriak maling dan ngaku Muslim segala. Ayok @DivHumas_Polri selesaikan barang ini. Jangan mau merusak nama Polri dengan menyerang identitas agama.

Sementara itu, laporan Rizki terdaftar dalam nomor LP/1336/III/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus. Kedua wakil rakyat itu diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 Tentang ITE. (Rep)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR