Rizieq-Shihab
Rizieq Shihab. (foto: dok. metrotvnews)

JAKARTA, harianpijar.com – Kabar adanya perpecahan di tubuh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) yang dulu bernama GNPF MUI dan sekarang berganti menjadi GNPF Ulama, dibantah oleh pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang masih berada di Mekkah, Arab Saudi.

“Saya bangga dengan pertemuan hari ini, karena pertemuan ini sekaligus menjawab berita hoax dan bohong yang sengaja diembuskan oleh orang tidak bertanggungjawab tentang keretakan di dalam GNPF ulama,” kata Rizieq Shihab melalui rekaman suara yang diperdengarkan dalam jumpa pers mengenai kepengurusan baru GNPF Ulama di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 12 Maret 2018.

Lebih lanjut Rizieq Shihab pun mengklarifikasi perubahan nama GNPF MUI menjadi GNPF Ulama. Menurutnya, perubahan itu hasil musyawarah para pendiri dan pengurus GNPF dengan mempertimbangkan berbagai macam usul.

“Saya mendukung penuh perubahan nama tersebut karena itu dinamika organisasi,” ujar Rizieq Shihab.

Rizieq Shihab mengatakan, soal perubahan sistem kepengurusan dari sentralistik menjadi kolektif kolegial, dilakukan untuk memperkuat umat. Dirinya menyebutkan GNPF Ulama memang baru melakukan perubahan struktur kepengurusan.

Selain itu, Rizieq Shihab juga mengatakan, Ustaz Bahtiar Nasir yang selama ini menjabat ketua umum organisasi kini digantikan oleh Yusuf Muhammad Martak. Sementara posisi Sekretaris Jenderal dijabat oleh Muhammad Al Khaththath yang menggantikan Munarman.

Karena itu, Rizieq Shihab menegaskan bahwa isu GNPF Ulama mengalami perselisihan adalah hoax yang bertujuan untuk memecah belah umat Islam.

“Ustaz Bahtiar Nasir berhasil memimpin GNPF MUI ketika itu dengan sistem sentralistik. Saya juga tetap mengapresiasi kepengurusan baru GNPF Ulama. Apa langkah-langkah dan visi misi yang dulu pernah diperjuangkan Bahtiar Nasir agar bisa lebih dikembangkan demi umat Islam,” tuturnya.

Seperti diketahui, Rizieq Shihab sudah hampir satu tahun berada di Mekkah. Bahkan, dirinya masih berstatus tersangka dalam kasus dugaan chat berkonten pornografi dengan Firza Husein.

Sementara, bulan Februari lalu, imam besar FPI itu diisukan bakal pulang ke Indonesia. Namun, dirinya membatalkan rencana pulangnya di detik-detik terakhir. (cnn)

loading...