medi-andika-terpidana-mati
Brigadir Medi Andika (baju putih), saat dikawal aparat di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang.

BANDAR LAMPUNG, harianpijar.com – Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan terpidana mati kasus pembunuhan Medi Andika. Lain itu, MA juga menguatkan putusan Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang dan terdakwa pembunuh anggota DRPD Lampung M Pansor tersebut harus menjalani hukuman mati.

Seperti diketahui, pada sidang di PN Kelas IA Tanjungkarang, April 2017 silam, majelis hakim yang diketuai Minanoer Rahman menjatuhkan pidana mati kepada Medi Andika yang juga merupakan seorang mantan polisi berpangkat terakhir Brigadir tersebut.

Selanjutnya, dengan keputusan itu terdakwa Medi Andika mengajukan banding dan majelis hakim Pengadilan Tinggi Tanjungkarang juga menguatkan putusan hakim pada pengadilan tingkat pertama.

Menurut Panitera Muda Tindak Pidana Umum PN Kelas IA Tanjungkarang Husnul Mauly, putusan MA ini tertuang dalam petikan kasasi nomor 984/K/Pid.B/2017.

“Berdasar petikan putusan yang kami terima, Mahkamah Agung menolak permohonan terdakwa Medi Andika,” kata Husnul Mauly.

Lebih lanjut Husnul Mauly menjelaskan, pada poin kedua petikan tersebut, MA menguatkan dua putusan sebelumnya.

“(Kasasi-red) ditolak. MA menguatkan putusan (hukuman mati) dua pengadilan sebelumnya,” ujarnya.

Meski demikian, Husnul Mauly belum mengetahui apa yang menjadi pertimbangan hakim agung menjatuhkan putusan tersebut. Lantaran, pihaknya belum menerima salinan lengkap putusan.

“Kalau pertimbangannya, kami belum tahu. Salinan lengkapnya belum kami terima,” ucap Husnul Mauly.

Selain itu, Husnul Mauly mengatakan, pihaknya juga belum mengirimkan pemberitahuan kepada jaksa dan pengacara Medi Andika. Hal itu dikarenakan pihaknya masih menunggu salinan lengkap yang diterima PN Kelas IA Tanjungkarang.

Di sisi lain, salah seorang kuasa hukum Medi Andika, Kabul, juga membenarkan bahwa kasasi yang diajukan ditolak MA. Namun, pihaknya belum mendapatkan petikan putusan Mahkamah Agung tersebut.

“Infonya begitu (kasasi ditolak-red). Tapi belum tahu ini. Kami belum terima petikannya. Karena itu belum menentukan langkah selanjutnya,” kata Kabul saat dikonfirmasi secara terpisah.

Sedangkan, menurut Kasiintel Kejaksaan Negeri Bandar Lampung Andrie W Setiawan, pihaknya belum mengetahui kasasi Medi Andika ditolak oleh MA. “Belum tahu, kami belum menerima petikan putusannya,” ujar Andrie W Setiawan.

Sebelumnya, M Pansor ditemukan tewas dengan cara dimutilasi pada April 2016 silam. Kasus pembunuhan ini diawali dengan hilangnya mantan angota DPRD Bandar Lampung itu. Kemudian, ditemukan potongan tubuh yang diduga jasad M Pansor di sungai OKU Timur, Sumatera Selatan.

Pada Juli 2016 silam, Polda Lampung menangkap Medi Andika dan seorang temannya bernama Tarmidi, yang merupakan seorang karyawan rumah makan. (jpn)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR