Tersangka NH saat ditangkap oleh aparat Polres Jember.

JEMBER, harianpijar.com – NH warga Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur ditangkap polisi. Pasalnya, NH diduga pengunggah ujaran kebencian dengan gambar karikatur yang dinilai menghina bendera merah putih di media sosial.

Menurut Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jember AKBP Kusworo Wibowo, pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap seorang berinisial NH yang memiliki akun media sosial Faceebook Habib Newport. Lain itu, NH diduga pengunggah ujaran kebencian di media sosial.

“Tim Cyber Polres Jember menemukan unggahan sebuah karikatur bergambar seseorang sedang membuang air kecil ke gambar yang mirip lambang negara bendera merah putih di salah satu grup media sosial Facebook,” kata Kusworo Wibowo, saat dikonfirmasi di Jember, Jumat 9 Maret 2018 malam.

Lebih lanjut, dijelaskan Kusworo Wibowo, melihat komentar-komentar netizen di bawahnya yang geram kepada pelaku karena membuat gambar melecehkan bendera merah putih itu, maka pihaknya langsung menangkap tersangka untuk menghindari terjadi persekusi.

“Postingan tersebut mendapat respons negatif warga netizen pada kolom komentar, dengan beberapa macam komentar tidak terima dengan gambar karikatur itu dan berindikasi situasi semakin memanas, sehingga bersifat ada unsur ujaran kebencian terhadap tersangka,” jelas Kusworo Wibowo.

Selanjutnya, juga ditegaskan Kusworo Wibowo, takut terjadinya persekusi terhadap tersangka, Satuan Kriminal Polres Jember mengamankan pelaku dari rumahnya untuk dilakukan pemeriksaan motif postingan di media sosial Facebook itu.

“Kami masih melakukan penelusuran terhadap motif dan tujuan pelaku menggungah karikatur yang dinilai menghina bendera merah putih itu, kemudian kami juga akan telusuri dari mana pelaku mendapatkan gambar karikatur tersebut,” tegas Kusworo Wibowo.

Sementara, akbita perbuatannya NH dijerat dengan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun penjara, dan denda maksimal Rp 1 miliar.

“Penindakan tegas terhadap pemilik akun yang memposting ujaran kebencian itu diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat lainnya agar dapat menggunakan media sosial secara bijak,” lanjut Kusworo Wibowo.

Selain itu, menurut Kusworo Wibowo dengan kejadian tersebut, dirinya berharap agar masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial untuk tidak memposting gambar-gambar atau kata-kata yang bersifat permusuhan atau ujaran kebencian, sehingga menyebabkan situasi tidak kondusif.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR