Rudiantara
Rudiantara. (foto: Dok. Tirto)

JAKARTA, harianpijar.com – Kominfo memberikan kewenangan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk meminta sembilan aplikasi media sosial memblokir akun jika menyebarkan hoax atau ujaran kebencian (hate speech) saat pilkada serentak dilangsungkan.

Adapun kesembilan aplikasi media sosial itu adalah Facebook, Twitter, Instagram, BBM Indonesia, Liveme, Bigo, Line, dan Google.

“Mereka sudah membuat deklarasi dengan Kominfo akan membantu proses pilkada serentak yang bersih dari hoax dan hate speech. (Kewajiban kesembilan aplikasi media sosial) melakukan suspend dan take down atas akun yang diminta Bawaslu,” kata Menkominfo Rudiantara seusai menghadiri kegiatan Rakernis Bareskrim Polri 2018 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu, 7 Maret 2018.

Menurut Rudiantara, alasan Kominfo memberikan kewenangan kepada Bawaslu karena menganggap Bawaslu lah yang paling mengerti soal pelanggaran pemilu. Bahkan, Kominfo juga akan memberikan bantuan penyidik PNS ke Bawaslu.

“Yang paling mengerti pelanggaran di pilkada adalah Bawaslu dan kami membantu kami BKO-kan teman-teman Kominfo di Bawaslu,” jelas Rudiantara.

Lebih lanjut Rudiantara mengatakan, pemberian kewenangan kepada Bawaslu ini didasari deklarasi yang telah ditandatangani oleh kesembilan aplikasi media sosial dan Kominfo pada Februari lalu.

“Deklarasi kemarin semua berkaitan dengan proses pilkada, kemudian pemilu tahun depan dan pilpres. (Penandatanganan deklarasi) bulan Februari lalu,” tandasnya. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR