Wiranto
Menko Polhukam Wiranto. (foto: IDN Times/Linda Juliawanti)

JAKARTA, harianpijar.com – Menko Polhukam Wiranto menegaskan upaya pemberantasan hoax yang dilakukan oleh Pemerintah tidak akan berhenti pada penangkapan anggota inti grup di aplikasi WhatsApp, The Family MCA, saja.

Meskipun pemerintah sudah berhasil membongkar jaringan tersebut. Namun, menurutnya, aparat keamanan dari berbagai satuan masih akan terus dikerahkan untuk mengantisipasi penyebaran hoax.

“Kami sudah minta Kapolri untuk mencari, menangkap, menghukum dengan keras dan tegas para pelaku-pelaku hoax. Siapapun dia, baik perorangan, kelompok, atau organisasi kami akan berantas,” kata Wiranto saat dikonfirmasi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, 5 Maret 2018.

Lebih lanjut Wiranto menjelaskan, upaya itu akan diintensifkan menjelang digelarnya Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada semua pihak agar pesta demokrasi tersebut tidak diganggu dengan praktik-praktik hoax. Menurut Wiranto, sah saja jika ingin berkampanye merayakan Pilkada dan Pemilu, namun jangan sampai mengganggu stabilitas nasional.

“Kampanye boleh tetapi jangan menggunakan hoax, menyebarkan kebencian, dan menggunakan isu SARA yang bisa menimbulkan kekacauan di dalam negeri,” ujarnya.

Seperti diketahui, sejak Senin, 26 Februari 2018, Bareskrim Polri telah menangkap tujuh orang anggota inti grup WhatsApp, The Family MCA, yang diduga telah menyebarkan hoax atau berita bohong.

Mereka menyebarkan isu-isu seperti kebangkitan PKI, penyerangan pemuka agama, dan perusakan tempat ibadah. Bahkan, mereka juga melakukan pencemaran nama baik presiden, pemerintah, serta tokoh-tokoh tertentu. (cnn)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR