Fredrich-Yunadi
Fredrich Yunadi. (foto: IDN Times/Santi Dewi)

JAKARTA, harianpijar.com – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menolak eksepsi atau nota keberatan yang diajukan terdakwa merintangi penyidikan e-KTP, Fredrich Yunadi. Lain itu, majelis hakim menyatakan surat dakwaan yang disusun jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sah secara hukum.

“Menyatakan keberatan terdakwa atau penasihat hukum tidak diterima,” kata Ketua Majelis Hakim Saifuddin Zuhri, Senin, 5 Maret 2018.

Selanjutnya, majelis hakim juga memerintahkan agar jaksa KPK menyiapkan sejumlah saksi pada persidangan selanjutnya.

Sementara, dalam pertimbangan yang dibacakan oleh Hakim Anggota, KPK berhak menangani tindakan yang berkaitan dengan UU Tipikor, termasuk tindakan merintangi penyidikan. Karena, Pasal 21 UU Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 merupakan delik yang tak terpisahkan dari UU korupsi.

Selain itu, pertimbangan tersebut sebagai bantahan atas eksepsi Fredrich Yunadi yang mengatakan dugaan merintangi penyidikan merupakan ranah tindak pidana umum.

“Pasal 21 termasuk delik khusus tindak pidana korupsi sehingga masuk dalam ranah tindak pidana korupsi. Memang awalnya delik umum kemudian ditarik menjadi delik khusus sehingga Pasal 21 bagian tidak terpisahkan dari Undang-Undang Nomor 31 Tahun1999,” tegas majelis hakim.

Seperti diketahui, Fredrich Yunadi didakwa melakukan upaya merintangi penyidikan korupsi proyek e-KTP dengan mengarahkan mantan Ketua DPR Setya Novanto menghindari pemeriksaan oleh penyidik KPK. Dengan alasan, Fredrich Yunadi akan mengajukan uji materi atas pemanggilan DPR harus mendapat persetujuan dari Presiden.

Namun, seiring uji materi berproses, Setya Novanto diungsikan ke Hotel Sentul. Selanjutnya, atas perbuatannya Fredirch Yunadi didakwa telah melanggar Pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. (Mer)

loading...