Ray-Rangkuti-1
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mempertanyakan kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang kalah beruntun dalam sengketa di Bawaslu. Lain itu, pada Minggu, 4 Maret 2018 malam, KPU kembali mengalami kekalahan dalam sidang sengketa pemilu melawan Partai Bulan Bintang (PBB).

Menurut Ray Rangkuti, kekalahan KPU di sidang pemilu ini adalah kali keempat dalam empat bulan terakhir.

Sementara diketahui, pada medio 2017, KPU kalah sengketa di Bawaslu terkait dengan proses pendaftaran parpol ke KPU dan sengketa administrasi Partai Garuda dan Partai Berkarya. Selanjutnya, pada 2018 ini, KPU kalah sengketa Pilkada Sumatera Utara dan sengketa di Bawaslu melawan PBB.

“Kita tentu terkejut sekaligus bertanya-tanya. Apakah ada masalah dalam kinerja KPU sehingga kalah beruntun dalam sengketa di Bawaslu,” kata Ray Rangkuti melalui pesan singkatnya, Senin, 5 Maret 2018.

Lebih lanjut Ray Rangkuti mengatakan, KPU tidak boleh menganggap sepele situasi ini. Karena, kekalahan KPU kali keempat ini di sengketa pemilu akan menurunkan kepercayaan publik atas kinerjanya selama ini.

Kekalahan demi kekalahan KPU tentu saja akan dapat berakibat pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan mereka dalam menyelenggarakan hajatan pemilu dan pilkada. Bahkan, pertengahan tahun ini akan ada hajatan pencoblosan dalam pilkada serentak di 171 daerah dan terkait hal tersebut tahapan pelaksanaan Pemilu 2019 akan dilaksanakan.

Selain itu, dikatakan Ray Rangkuti, dirinya sulit membayangkan kesuksesan pemilu dan pilkada dengan kemampuan KPU yang terus-menerus kalah dalam sengketa. Bahkan, jika tak ada perubahan signifikan atas kinerja KPU, Ray Rangkuti khawatir hasil pemilu atau pilkada akan rawan dan mudah mendapat gugatan.

Ray Rangkuti juga mengkhawatir ketidakprofesionalan KPU ini akhirnya berujung meladeni berbagai gugatan sengketa baik di Bawaslu, MK atau PTUN. Karena itu, dirinya mendorong KPU meningkatkan kemampuan pengelolaan dan penyelenggaraan pemilu atau pilkada.

“Ujung dari semua hal ini akan dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat pada profesionalisme, netralitas, dan kemandirian KPU,” ujar Ray Rangkuti.

Ray Rangkuti mengatakan, kekalahan empat kali dalam sengketa di Bawaslu lebih dari cukup untuk sinyal perlunya perbaikan internal dan rekrutmen anggota KPU. Karena itu, dirinya juga meminta ajang rekrutmen anggota KPU yang saat ini sedang berlangsung harus dipantau.

“KPU harus melaksanakan momen ini untuk mendapatkan anggota dengan tingkat kemampuan penyelenggaraan yang baik,” tandasnya. (Rep)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR