kml-penghina-presiden
Kml alias A (40), yang diduga pelaku penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Nusa Tenggara Barat, harianpijar.com – Kml alias A (40), warga Dusun Mekar Sari, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, yang diduga pelaku penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi), ditangkap aparat gabungan tim Bareskrim Polri bersama Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Lain itu, dalam media sosialnya di Facebook, Kml alias A menyebut Presiden Jokowi dengan kata yang tidak layak diunggah.

Menurut Kapolda NTB Brigjen Firli, pihaknya hanya membantu proses penangkapan. Karena, kasusnya ditangani Bareskrim Polri. “Beberapa hari lalu tim Bareskrim datang ke NTB, kasusnya ditangani Bareskrim,” kata Brigjen Firli kepada awak media, Minggu, 4 Maret 2018.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda NTB AKBP Tribudi Pangastuti juga membenarkan adanya penangkapan Kml alias A yang diduga melakukan penghinaan terhadap Presiden Jokowi.

“Benar, sudah ditangkap pelaku yang diduga menghina Presiden Jokowi, Jumat, 2 Maret 2018 pukul 01.30 Wita, oleh aparat gabungan Bareskrim Polri dan Polda NTB, di Dusun Gili Trawangan, Desa Gilu Indah, Lombok Utara,” ujar AKBP Tribudi Pangastuti, Sabtu, 3 Maret 2018.

AKBP Tribudi Pangastuti mengatakan, yang bersangkutan diduga melakukan tindak pidana di bidang ITE, yaitu melakukan ujaran kebencian dan penghinaan, serta pencemaran nama baik yang ditujukan kepada Presiden Jokowi dengan menggunakan akun Facebook “Jayang Rane”.

Sedangkan, menurut Kanit I Subdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri AKBP Irwansyah, Kml alias A ditangkap pada Sabtu, 3 Maret 2018 malam. “Besok, 5 Maret 2018 akan kami rilis,” jelasnya.

Selanjutnya, pelaku sudah dibawa ke Direktorat Cyber Crime Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. (jpnn)

loading...