fadli-zon-lapor-ke-bareskrim-1
Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR Fadli Zon, menantang Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, untuk berani menyatakan maksud dari kicauannya di Twitter mengenai pembuat hoaks yang dirasa menyinggung Wakil Ketua DPR tersebut.

“Sekali lagi saya tanya Bro @AntoniRaja dan tolong dijawab kalau memang gentlemen: apakah anda sedang menuduh saya tukang buat hoax tiap hari. Ayo jangan pengecut,” kata Fadli Zon melalui akun Twitter pribadinya, Jumat 2 Maret 2018.

@fadlizon

Sekali lg sy tanya Bro @AntoniRaja n tlg dijawab klu mmg gentlemen: apakah anda sdg menuduh sy tukang buat hoax tiap hari? Ayo jgn pengecut. https://twitter.com/antoniraja/status/969450001125421056 …

Selain itu, pertanyaan ini dilontarkan Fadli Zon, setelah Raja Juli Antoni berkicau bahwa Ananda Sukarlan bakal dilaporkan ke kepolisian oleh pembuat hoaks.

“Bro @anandasukarlan akan dilaporkan ke polisi oleh tukang buat hoax tiap hari. Kita support bro@anandasukarlan. Yang setuju RT pls!” tulis Antoni.

@AntoniRaja

Bro @anandasukarlan akan dilaporkan ke polisi oleh tukang buat hoax tiap hari. Kita support bro @anandasukarlan. Yang setuju RT pls!

Sementara, awak media sudah mencoba menghubungi Raja Juli Antoni untuk mendapat klarifikasi siapa penyebar hoaks yang dimaksud. Namun, tidak ada respons.

Sementara sebelumnya, Fadli Zon resmi melaporkan akun media sosial Twitter @anandasukarlan atas dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks ke Badan Reserse Kriminal Polri, Jumat 2 Maret 2018.

Menurut Fadli Zon, akun tersebut  telah menyebarkan informasi bohong dengan mengaitkan pertemuan antara Fadli Zon, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dan seorang bernama Eko pada 2017 silam dengan kelompok Muslim Cyber Army (MCA).

Selain itu, Fadli Zon juga melaporkan akun @maklambeturah atas dugaan yang sama, yakni menyebarkan informasi bohong.

Dalam laporan Fadli Zon, pemilik akun @anandasukarlan dan @maklambeturah diduga melanggar pasal 45 dan Pasal 27 ayat 3 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sedangkan, laporan dibuat oleh seorang pengacara bernama Dahlan Dipo yang mengklaim mendapat perintah dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan laporan itu tercantum dalam laporan polisi nomor LP/302/III/2018/ Bareskrim.

loading...