Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon resmi melaporkan pemilik akun media sosial twitter @anandasukarlan dan Instagram @maklambeturah atas dugaan penyebaran informasi bohong alias hoaks ke Badan Reserse Kriminal Polri.

Menurut Fadli Zon, kedua akun media sosial itu telah menyebarkan informasi bohong dengan mengaitkan pertemuan antara dirinya, Ketua Umum Prabowo Subianto dan seorang bernama Eko pada 2017 silam dengan kelompok Muslim Cyber Army (MCA).

“Saya datang ke sini untuk melaporkan penyebaran hoaks dan fitnah kepada saya, kepada Prabowo,” kata Fadli Zon saat dikonfirmasi di kantor sementara Bareskrim, Gambir, Jakarta, Jumat 2 Maret 2018.

Berdasarkan pantauan, Fadli Zon mendatangi gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, sekitar pukul 16.25 WIB. Selanjutnya, laporan Fadli Zon tercatat dalam nomor LP/301/III/2018/Bareskrim

Sementara, dalam laporan Fadli Zon, pemilik akun @anandasukarlan dan @maklambeturah diduga melanggar pasal 45 dan Pasal 27 ayat 3 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sedangkan, Fadli Zon menegaskan, dirinya meminta polisi bersikap adil dalam memproses laporannya. Bahkan, menurutnya Polisi tidak boleh tebang pilih dalam melakukan pemberantasan informasi hoaks yang beredar di media sosial.

“Jangan sampai kemudian nanti akan ada tebang pilih. Jadi orang-orang yang akan saya laporkan ini termasuk akun-akunnya harus segera diperiksa, sama seperti yang lain-lain,” tegas Fadli Zon.

Selain itu, Ananda Sukarlan saat diminta tanggapannya terkait langkah hukum yang akan dilakukan oleh Fadli Zon bersama kuasa hukumnya ini. Namun, Ananda Sukarlan belum memberikan tanggapan apapun.

Selanjutnya, Ananda Sukarlan dikenal publik sebagai seorang komposer musik. Bahkan, tidak hanya itu, Ananda Sukarlan juga dikenal dengan aksi walk out nya saat pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika menghadiri acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat November 2017 lalu.

Sementara, DPP Gerindra juga melaporkan akun Instagram @beritatemanpintar dan akun-akun lain terkait berita bohong. Akun tersebut dinilai telah mencermankan nama baik Gerindra.

Laporan tersebut dibuat oleh seorang pengacara bernama Dahlan Dipo yang mengklaim mendapat perintah dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan laporan itu tercantum dalam laporan polisi nomor LP/302/III/2018/ Bareskrim.

loading...