Mahfud-MD-2
Mahfud MD. (foto: Antara Foto/Sigid Kurniawan)

PADANG, harianpijar.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan jabatan pemimpin di Indonesia seperti presiden, wakil presiden, kepala daerah dan wakilnya hanya boleh dijabat selama dua periode.

Menurut Mahfud MD, hal tersebut mengacu kepada UUD 1945 yang telah di amendemen.

“Dulu zaman Pak Harto masa jabatan tidak dibatasi, lalu dilakukan amendemen pertama UUD 1945 bahwa presiden dan wakil presiden hanya boleh menjabat dua kali dalam jabatan yang sama,” kata Mahfud MD seusai pidato kebangsaan dengan tema Revitalisasi Peran Agama, Budaya dan Negara Dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa, di GOR Himpunan Tjinta Teman sebagai bagian perayaan Cap Go Meh, di Padang, Kamis, 1 Maret 2018 malam.

Menurut Mahfud MD, kalau ada yang mau melebihkan masa jabatan pemimpin sama artinya kembali ke zaman dulu yaitu otoriter.

“Jadi Pak Jusuf Kalla (JK) tidak boleh lagi mencalonkan diri jadi calon wakil presiden, tapi kalau calon presiden boleh karena belum pernah menjabat,” ujar Mahfud MD.

Lebih lanjut, dijelaskan Mahfud MD, aturan ini tercantum dalam risalah persidangan MPR yang menyatakan jabatan presiden dan wakil tidak boleh lebih dari dua kali baik berturut-turut maupun tidak. Selanjutnya, dalam filosofi demokrasi, yaitu kekuasaan itu dibatasi waktunya dan lingkupnya.

Selain itu, dalam putusan MK Nomor 22 Tahun 2009 bahwa jabatan yang tidak boleh lebih dua kali itu baik berturut-turut maupun tidak. Karena itu, terkait dengan disebut dirinya sebagai salah seorang calon wakil presiden, Mahfud MD menanggapi dengan mengucapkan alhamdulillah.

“Biar saja berjalan sebagai wacana, sejarah akan menentukan jalannya sendiri,” tandasnya.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR