Komjen-Ari-Dono-Sukmanto
Komjen Ari Dono Sukmanto. (foto: Dok. Antara Foto)

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengatakan berdasarkan data yang dimiliki, terdapat tiga tipe sistem peredaran narkotika di Indonesia.

Tiga tipe tersebut menurut Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto adalah pertama, pasar baru yang menyasar konsumen penyalah guna narkotika coba pakai. Kedua, pasar teratur yang menyasar konsumen penyalah guna teratur pakai, dan ketiga, pasar tetap yang menyasar konsumen bermasalah atau pecandu.

“Namun, semua itu sebenarnya bisa dengan seketika langsung bubar jalan. Syaratnya cukup dengan mematikan juga sistem finansial peredaran narkotika ini,” kata Komjen Ari Dono Sukmanto dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 28 Februari 2018.

Lebih lanjut, Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, masih masuknya narkotika ke Indonesia membuktikan masih beredarnya narkotika hingga saat ini. Berdasarkan hukum ekonomi, yang terjadi sederhana saja.

“Ada penawaran berarti membuktikan adanya permintaan,” ujar Komjen Ari Dono Sukmanto.

Selanjutnya, Komjen Ari Dono Sukmanto menegaskan, polisi akan terus berusaha menutup berbagai potensi masuknya narkotika ke Indonesia. Bahkan, berbagai titik yang berpotensi menjadi pintu masuk narkotika ke Indonesia, sudah ditutup lubangnya. “Tetap saja kebocoran itu ada,” tegasnya.

Sementara, UI dan Badan Narkotika Nasional (BNN) juga pernah merilis pada 2014 silam mengenai jumlah estimasi peredaran dan sitaan narkoba di Indonesia. Untuk narkotika jenis ganja, estimasi peredaran di tahun 2014 sebesar 158,52 ton. Barang bukti yang disita pada 2013 sebesar 17,76 ton. Perkiraaan lolos atau beredar sebesar 140,75 ton.

Sedangkan, untuk narkotika jenis sabu, estimasi peredarannya di tahun 2014 sebesar 219, 83 ton. Barang bukti yang disita pada 2013 sebesar 0,40 ton. Perkiraan lolos atau beredar sebesar 219,44 ton.

Bahkan, yang terakhir untuk jenis ekstasi, estimasi peredarannya pada 2014 sebanyak 14,3 juta butir. Barang bukti yang disita pada 2013 sebanyak 1,1 juta butir. Perkiraan lolos atau beredar sebanyak 13,2 juta butir.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR