Novel-Baswedan-1
Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 22 Februari 2018. (foto: Kompas/GARRY ANDREW LOTULUNG)

JAKARTA, harianpijar.com – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyatakan bakal buka-bukaan soal oknum ‘Jenderal’ di balik penyerangan air keras terhadap dirinya. Lain itu, rencana tersebut akan disampaikan setelah kondisnya pulih.

Menurut Novel Baswedan, saat ini dirinya masih ingin fokus pengobatan sambil berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

“Bagaimana kalau saya fokus di pengobatan dan saya bicarakan itu setelah pengobatan,” kata Novel Baswedan saat dikonfirmasi di kediamannya di Jakarta, Selasa, 27 Februari 2018.

Lebih lanjut, dijelaskan Novel Baswedan, saat ini kondisinya masih belum stabil dan belum bisa banyak beraktivitas karena mata kirinya tidak bisa melihat sama sekali dan mata kanannya mesih terdapat bercak putih.

Karena, bercak itu membuat dirinya sulit melihat dengan jelas bahkan membuat pusing kepalanya.

Novel Baswedan juga baru saja kembali dari RS di Singapura untuk melakukan kontrol. Dalam kunjungan terakhir, mata kirinya sudah siap untuk dioperasi pada akhir Maret 2018.

“Operasi itu diharapkan semoga mata kiri saya bisa melihat. Tentu saya megharapkan doa dari seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Novel Baswedan.

Sementara, Novel Baswedan juga merasa optimistis bisa kembali pulih seperti sedia kala. Bahkan, dirinya berharap bisa berbuat lebih baik dari sebelumnya meski saat ini masih berjuang untuk pulih.

“Saya berharap setelah bisa sembuh atau setidaknya pengobatan sudah selesai berjalan dengan optimal, saya bisa bertugas atau berbuat lebih banyak lagi. Dan itu butuh optimisme dan semangat,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Novel Baswedan pernah menyebut soal keterlibatan jenderal ketika diwawancara majalah Time pada 10 Juni 2017 lalu.

Dalam wawancara tersebut, Novel Baswedan menduga ada jenderal yang terlibat. Bahkan, dirinya semakin yakin dengan adanya keterlibatan jenderal penyelidikan kasusnya tidak memperlihatkan perkembangan berarti.

loading...