Djan-Faridz
Djan Faridz. (foto: Kricom/Maskah)

JAKARTA, harianpijar.com – Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Djan Faridz mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini. Kedatangan Djan Faridz tersebut untuk menjenguk mantan Ketua DPR Setya Novanto yang ditahan di Rutan Negara Klas I Jakarta Timur Cabang Rutan KPK.

“Nengokin keluarga, kangen sudah lama tidak nengokin itu saja. Tidak lebih tidak kurang,” kata Djan Faridz saat dikonfirmasi di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 27 Februari 2018.

Lebih lanjut Djan Faridz membantah jika tujuannya menemui Setya Novanto itu untuk membicarakan politik. “Tidak, tidak ada. Masa ngomongin politik, beda partai,” ujarnya.

Sementara itu, belum ada tanggapan dari KPK terkait kedatangan Djan Faridz untuk menemui Setya Novanto tersebut.

Seperti diketahui, Setya Novanto saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta terkait perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Dalam perkara tersebut, Setya Novanto diduga menerima 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek e-KTP.

Setya Novanto menerima uang tersebut melalui mantan direktur PT Murakabi sekaligus keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo maupun rekan Setya Novanto dan juga pemilik OEM Investmen Pte.LTd dan Delta Energy Pte.Lte yang berada di Singapura Made Oka Masagung.

Sedangkan jam tangan diterima Setya Novanto dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dan direktur PT Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem sebagai bagian dari kompensasi karena Setya Novanto telah membantu memperlancar proses penganggaran. Adapun total kerugian negara akibat proyek tersebut mencapai Rp 2,3 triliun.