argo-yuwono
Kombes Argo Yuwono. (foto: detik/Ari Saputra)

JAKARTA, harianpijar.com – Pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, belum juga ditemukan. Lain itu, pihak kepolisian masih meminta waktu untuk mengungkap pelakunya.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, polisi membutuhkan waktu untuk mengungkap pelakunya, walaupun dirinya tidak mengatakan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

“Tentunya kita membutuhkan waktu,” kata Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Minggu, 25 Februari 2018.

Kombes Argo Yuwono mengatakan, satu per satu cara dalam mengungkap kasus Novel Baswedan ini telah diungkapkan oleh kepolisian sejak lama. Misalnya, dengan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, bahkan memeriksa CCTV hingga ke Australia pun juga telah dilakukan.

Namun, menurut Kombes Argo Yuwono, ada beberapa kasus yang memang sulit untuk diungkapkan bahkan hingga bertahun lamanya.

“Jadi kita sudah sesuai SOP untuk semua tahapnya, olah TKP, periksa saksi, kita juga periksa saksi di luar itu tapi yang berkaitan,” ujar Kombes Argo Yuwono.

Seperti diketahui, pada 11 April 2017 lalu, setelah penyerangan Novel Baswedan pagi harinya, penyidik dari Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Metro Kelapa Gading langsung ke TKP. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, setelah sebelumnya mendapatkan informasi.

Penyidik pun melakukan olah TKP dengan metode induktif, dan juga metode deduktif. Sementara, dalam metode deduktif, polisi memeriksa saksi, mencari sidik jari, kemudian di TKP diberi police line.

Setelah pemeriksaan, dilakukan pengembangan lagi yang ada kaitannya dengan Novel Baswedan, juga melakukan pengecekan CCTV. Ada yang merekam saat Novel Baswedan pulang dari masjid dan ada yang menyiram. Bahkan, karena CCTV tidak jelas, kepolisian meminta bantuan polisi Australia.

Sedangkan, saat ini kepolisian juga sudah membuat surat bantuan penyidikan bersama KPK, juga membuat sambungan hotline, dan saat ini sudah ada 900 telepon dan 500 SMS. Kemudian polisi juga sudah juga menyampaikan sketsa wajah diduga pelaku.

loading...