Fadli-Zon
Fadli Zon. (foto: twitter/fadlizon)

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan penyelundupan narkoba dalam jumlah besar lewat jalur perairan makin marak. Seperti diketahui pada Jumat, 23 Februari 2018 kemarin, aparat mengamankan sabu-sabu kurang lebih 3 ton di perairan perbatasan Singapura-Indonesia.

Penangkapan itu hanya berselang beberapa hari dari terbongkarnya upaya penyeludupan 1,6 ton sabu-sabu pada 20 Februari 2018, serta 1 ton sabu-sabu pada 9 Februari 2018 lalu.

Menurut Fadli Zon, Indonesia sangat luas dan merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Kondisi geografis semacam itu membuat Indonesia sangat rawan terhadap berbagai upaya penyeludupan, termasuk narkoba.

Karena itu, negara harus menguasai sepenuhnya infrastruktur vital seperti bandara dan pelabuhan. Sebab, keduanya merupakan pintu gerbang dari luar negeri.

“Jadi, selain kita harus bisa menjaga dengan ketat wilayah perbatasan, baik darat maupun perairan, kita juga tak boleh lalai dalam menjaga bandara dan pelabuhan,” kata Fadli Zon saat dikonfirmasi, Sabtu, 24 Februari 2018.

Lebih lanjut, Fadli Zon juga mengkritik keras pemerintah terkait upaya privatisasi bandara dan pelabuhan. Selain itu, pemerintah berencana menyerahkan pengelolaan 30 bandara dan 20 pelabuhan ke swasta.

“Itu keputusan ceroboh,” ujar Fadli Zon.

Menurut Fadli Zon, pengelolaan bandara dan pelabuhan tidak boleh hanya berdasar untung dan rugi. “Tapi harus dilihat dari kacamata strategis yang lebih luas,” tuturnya.

Bandara dan pelabuhan adalah bagian dari infrastruktur pertahanan dan keamanan negara. Karena ini, menurut Fadli Zon, keduanya adalah infrastruktur vital yang harus dijaga dan dikuasai oleh negara.

“Tidak boleh hanya karena alasan ekonomi remeh-temeh pengelolaannya kemudian diserahkan kepada swasta,” kata Fadli Zon.

Selain itu, Fadli Zon juga mempertanyakan rencana pemerintah melakukan privatisasi bandara dan pelabuhan. Sementara, terungkapnya upaya penyeludupan narkoba lebih dari lima ton harus dijadikan catatan penting bagaimana harus menjaga wilayah perbatasan dan seluruh pintu gerbang negara ini.

“Omong kosong pemerintah menyatakan perang terhadap narkoba, jika upaya privatisasi bandara dan pelabuhan tetap jalan terus,” tandasnya.

SUMBERJPNN
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR