Febri-Diansyah
Febri Diansyah. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan kembali memeriksa Gubernur Jambi Zumi Zola.

Menurut Juru bicara KPK Febri Diansyah, jadwal pemeriksaan belum bisa disampaikan karena surat pemanggilan masih disusun penyidik.

“Sebagai tersangka atau pun sebagai saksi sedang diproses jadwalnya nanti kita sampaikan lebih lanjut,” kata Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 23 Februari 2018.

Lebih lanjut, Febri Diansyah mengatakan, saat ini penyidik masih menggali peran Zumi Zola melalui pemeriksaan saksi-saksi lain. Bahkan, penyidik juga fokus pada hal-hal yang sifatnya teknis penyidikan.

“Tentu sudah dihitung tapi ada pertimbangan dari penyidik untuk saat ini kami masih fokus terlebih dahulu pada hal-hal yang sifatnya teknis penyidikan,” ujar Febri Diansyah.

Menurutnya, penyidik memiliki strategi dalam memanggil atau pun memeriksa para tersangka. Sehingga, banyak hal yang dipertimbangkan lembaga Antikorupsi dalam mengusut setiap kasus dugaan korupsi.

“Pemanggilan bukan sekedar memanggil dan memeriksa formalitas tapi ada strategi-strategi dalam penyidikan yang harus dipertimbangkan,” jelas Febri Diansyah.

Sementara, KPK mengumumkan Gubernur Jambi Zumi Zola dan Plt Kadis PUPR Jambi Arfan sebagai tersangka. Keduanya, ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi atas proyek-proyek di Pemprov Jambi senilai Rp 6 miliar.

Selain itu, Zumi Zola dan Arfan diduga kuat ‘memalak’ sejumlah pengusaha dengan dalil izin sejumlah proyek di Pemprov Jambi. Uang gratifikasi yang diterima dari sejumlah proyek itu disiapkan Zumi Zola sebagai ‘uang ketok’ agar DPRD Jambi memuluskan APBD Jambi tahun anggaran 2018.

Atas perbuatannya, Zumi Zola dan Arfan disangkakan pasal 12 huruf B Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, dalam kasus ini, KPK lebih dulu menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap pengesahan APBD Provinsi Jambi. Keempat tersangka itu yakni anggota DPRD Provinsi Jambi Supriyono, Plt Sekda Jambi Erwan Malik, Plt Kadis PUPR Jambi Arfan, dan Asisten Daerah III Syaifuddin.