Faizal-Assegaf
Faizal Assegaf. (foto: detik/Muhammad Abdurrosyid)

JAKARTA, harianpijar.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab diminta akur dan menghentikan segala polemik di antara keduanya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Progress 98 sekaligus salah satu pendiri Presidium Alumni 212 Faizal Assegaf dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 23 Februari 2018.

Menurut Faizal Assegaf, tidak elok jika kedua tokoh tersebut terus-menerus dibenturkan. Bahkan, hal itu dapat memicu kegaduhan yang berlarut-larut oleh kelompok penyebar hoax dan kebencian berbau SARA.

“Ahok dan Rizieq harus akur. Tak usah ragu, beribadahlah untuk menyatukan kesadaran anak bangsa dalam membangun indahnya kemajemukan dan kedamaian di negeri ini,” kata Faizal Assegaf.

Lebih lanjut, Faizal Assegaf menilai elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, dan Partai Amanat Nasional (PAN), selaku partai pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno, tidak memiliki sikap konkret, jujur dan bermartabat untuk menghentikan masalah yang dihadapi Rizieq Shihab.

“Kasus Habib Rizieq sengaja dibuat terombang-ambing dan ditunggangi secara liar dengan segala modus politik licik untuk menyiram dendam sesama anak bangsa,” ujar Faizal Assegaf.

Karena itu, menurutnya, perlu kearifan Ahok yang kini mendekam di penjara atas dugaan penistaan agama dan Rizieq Shihab yang terjerat kasus konten pornografi untuk menghentikan sikap semacam itu.

Selain itu, Faizal Assegaf juga merasa keduanya wajib membawa pengikutnya keluar dari rasa kebencian dan prasangka.

“Saya kira Habib Rizieq maupun Ahok sangat sadar, telah dimanfaatkan sebagai monster politik identitas saat Pilkada DKI dan digoreng oleh pemburu kekuasaan bertopeng oposisi jelang Pilpres 2019,” tuturnya.

Faizal Assegaf meyakini, baik Ahok maupun Rizieq Shihab memiliki perjalanan hidup yang bermakna dan mampu memberi pelajaran berharga bagi semua orang.

“Peluang kebersamaan itu terbuka lebar. Namun biasanya upaya kebaikan selalu dihalangi oleh kelompok pemarah dan intoleran berkedok oposisi,” tandas Faizal Assegaf.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan menanggapi pertanyaan soal kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia.

“Tidak ada tanggapan. Biar wartawan saja yang jawab,” kata Anies Baswedan sembari masuk ke dalam mobil, saat dikonfirmasi awak media di Balai Kota, kemarin.

Sedangkan, kedekatan Anies Baswedan dengan Rizieq Shihab pernah ditunjukan saat Pilgub DKI 2017 lalu. Saat itu, Anies Baswedan pernah menghadiri acara yang diselenggarakan Rizieq Shihab.

Bahkan, Rizieq Shihab juga secara terang-terangan mendukung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Pilgub DKI Jakarta.

loading...