Bekto-Suprapto
Komisioner Kompolnas Bekto Suprapto. (foto: Kompas/Kristian Erdianto)

JAKARTA, harianpijar.com – Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta pada Jumat, 23 Februari 2018.

Dalam pertemuan tersebut Sekretaris Kompolnas Bekto Suprapto mengatakan, pihaknya turut mengucapkan terima kasih kepada Wiranto atas batalnya usulan pengangkatan anggota Polri sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara yang masa jabatan kepala daerahnya habis sebelum Pilkada serentak 2018 digelar.

“Kami berterima kasih kepada Pak Menko Polhukam atas batalnya pengusulan anggota Polri menjadi Pj Kepala Daerah di Jabar dan Sumut,” kata Bekto Suprapto.

Lebih lanjut, menurut Bekto Suprapto, rencana penunjukan Pj Gubernur dari kepolisian akan merugikan institusi Polri sendiri. Karena, selama isu tersebut bergulir masyarakat memandangnya sebagai keinginan Polri yang bisa mengganggu netralitas di Pilkada.

“Hal itu sebenarnya jadi masalah besar bagi Polri, karena bukan maunya Polri tapi Polri sendiri yang babak belur. Seolah-olah itu maunya Polri padahal tidak,” ujar Bekto Suprapto.

Dirinya mengatakan, pembatalan usulan tersebut kini sedang ditimbang oleh pihak-pihak terkait termasuk Kemenko Polhukam, Kemendagri, dan Polri sendiri.

“Kompolnas harus dukung keputusan itu, memang masih dalam pertimbangan tapi memang harusnya demikian. Yang perlu menjadi catatan Kompolnas tidak mempengaruhi pengambilan keputusan, tinggal tunggu saja keputusannya,” tegas Bekto Suprapto.

Sementara, selain Bekto Suprapto, pertemuan dengan Menko Polhukam Wiranto tersebut juga dihadiri Komisioner Kompolnas Poengky Indarti. Seperti diketahui, Wiranto sendiri juga merupakan dewan pembina Kompolnas.