Muhammad-Nazaruddin-1
Muhammad Nazaruddin. (foto: Liputan6/Helmi Fithriansyah)

DENPASAR, harianpijar.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menilai pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang menyebut Calon Gubernur Bali Wayan Koster ikut menerima aliran dana suap bermuatan politis.

Karena itu, menurut Hasto Kristiyanto, dirinya menantang Nazaruddin untuk bisa membuktikan tuduhannya secara hukum.

“Kami juga heran, jadi apa pun seluruh pernyataan itu harus dibuktikan secara hukum. Apa yang disampaikan¬†Nazaruddin akhir-akhir ini saya melihat ada muatan politis,” kata Hasto Kristiyanto saat dikonfirmasi, di Bali, Kamis, 22 Februari 2018.

Lebih lanjut, Hasto Kristiyanto mengatakan, masyarakat melihat begitu banyak penyalahgunaan kekuasaan oleh Nazaruddin saat masih menjabat sebagai anggota DPR dan bendahara umum Partai Demokrat. Menurutnya, penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Nazaruddin sangat lah masif.

Meskipun demikian, tidak semua kasus yang menyeret Nazaruddin diproses secara hukum. Bahkan, Nazaruddin seolah memperoleh keringanan.

Karena itu, Hasto Kristiyanto mengingatkan Nazaruddin untuk bisa membuktikan tuduhan-tuduhannya termasuk tentang Wayan Koster yang juga merupakan Ketua DPD PDIP Bali.

“Apa yang disampaikan sekarang oleh Nazaruddin tampak ada kepentingan-kepentingan politik tertentu,” tegas Hasto Kristiyanto.

Seperti diketahui, seusai menjadi saksi untuk Setya Novanto pada persidangan perkara e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Nazaruddin mengaku heran dengan KPK yang belum juga menjerat mantan Wakil Ketua Banggar DPR Mirwan Amir dan politisi PDIP Wayan Koster.

Menurut Nazaruddin, terdapat ratusan miliar rupiah yang mengalir dari perusahaan miliknya, Permai Group, kepada sejumlah politisi termasuk Mirwan Amir dan Wayan Koster.