Rizieq-Shihab
Rizieq Shihab. (foto: tirto)

JAKARTA, harianpijar.com – Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab batal pulang ke Indonesia. Padahal, Rizieq Shihab disebut-sebut akan tiba di Tanah Air pada Rabu, 21 Februari 2018 lalu.

Terkait hal itu, Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie meminta pihak kepolisian memandang Rizieq Shihab sebagai simbol dari sebagian masyarakat sekaligus sebagai ulama di Indonesia.

“Jadi jangan membiarkan semangat saling bermusuhan. Sekarang biarkan dulu dia (Rizieq Shihab-red) di Saudi biar belajar juga,” kata Jimly Asshiddiqie saat dikonfirmasi, di Jakarta, Jumat, 23 Februari 2018.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, kasus Rizieq Shihab harus dipandang luas oleh pihak kepolisian sehingga penyelesaian tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Meski tidak semua kasus bisa dituntaskan secara hukum pidana.

“Saya percaya hukum harus ditegakkan tapi kita harus eman-eman karena kita bernegara tidak semuanya harus diselesaikan secara hukum formal,” ujar Jimly Asshiddiqie.

Selain itu, Jimly Asshiddiqie juga meyakini pada akhirnya kasus ini akan tuntas. Hanya saja, menunggu waktu yang tepat untuk Rizieq Shihab menyelesaikan kasusnya ke Indonesia.

“Dia kan mundur maju ini, setiap minggu sekali isunya pulang. Dia juga main mundur, maju. Saya tidak tahu siapa di belakangnya,” tandasnya.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR