Mediasi-PBB
Partai Bulan Bintang (PBB) Mediasi dengan KPU di Bawaslu. (foto: detik/Dwi Andayani)

JAKARTA, harianpijar.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar mediasi antara Partai Bulan Bintang (PBB) dan KPU. Mediasi yang dilangsungkan secara tertutup itu dimulai pukul 10.30 WIB di lantai dua kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 23 Februari 2018.

Proses mediasi yang diajukan oleh PBB karena tak lolos menjadi Peserta Pemilu 2019 itu dihadiri oleh pihak pemohon, yakni Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra bersama dengan kuasa hukumnya.

Sedangkan dari pihak termohon dihadiri oleh Komisioner KPU Ilham Saputra, Wahyu Setiawan, Evi Novida Ginting Manik, dan Hasyim Asyari.

Adapun dari pihak mediator terdiri dari Ketua Bawaslu Abhan dan anggota-anggota Bawaslu, Ratna Dewi Petalolo, Rahmat Bagja, dan Mochammad Afifudin.

Sementara itu, di lobby gedung Bawaslu, kader dan simpatisan PBB juga tampak hadir dan menunggu proses mediasi tersebut. Yusril Ihza Mahendra menyebut tak ada alasan bagi Bawaslu dan KPU untuk tidak meloloskan partainya.

“Jadi kami akan sampaikan kepada Bawaslu bahwa sebenarnya tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa PBB tidak lolos, di kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), itu kami punya dua orang anggota DPRD. Kalau hanya mencari enam orang anggota PBB ya mustahil tidak ada di sana,” kata Yusril Ihza Mahendra sebelum masuk ke ruang mediasi.

Proses mediasi antara PBB dengan KPU akan dilakukan selama dua hari. Bila nantinya mediasi tidak mencapai keputusan, maka proses sengketa akan dilanjutkan ke tahapan Ajudikasi (pengadilan).

Seperti diketahui, PBB sebelumnya mengajukan sengketa ke Bawaslu terkait keputusan KPU yang menyatakan PBB tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2019.

PBB dinyatakan tidak lolos karena tidak memenuhi syarat di Kabupaten Manokwari Selatan. Selain PBB, ada juga satu partai politik lain yang mengajukan gugatan yang sama, yaitu PKPI. (nuch/det)

loading...