Fahri-Hamzah-1
Fahri Hamzah. (foto: instagram/fahrihamzah)

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai kepulangan Novel Baswedan ke Tanah Air bisa memperjelas penyelidikan perkara kasus penyiraman air keras terhadapnya. Lain itu, penyelidikan kasus yang tertunda kurang lebih 10 bulan di kepolisian tersebut bisa segera menemui titik terang.

“Tentu kepulangan Novel itu bisa membuat situasi lebih jelas supaya proses identifikasi perkara bisa lebih baik. Jadi kita ucapkan selamat datang kepada tuan Novel Baswedan,” kata Fahri Hamzah saat dikonfirmasi di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 22 Februari 2018.

Menurut Fahri Hamzah, karena itu untuk menelusuri lebih dalam kasus tersebut, perlu koordinasi serius antara Novel Baswedan dan pihak kepolisian. Lain itu, tidak perlu sampai membentuk tim pencari fakta khusus untuk kasus Novel Baswedan.

“Karena ini kan terlalu banyak kasus, kalau kita ungkap nanti banyak yang tersinggung. Saya ketemu sama korbannya Novel Baswedan di Bengkulu, dia kasih lihat, ‘saya ditembak begitu, ada yang mati’. Enggak bisa begitu dong kita. Hukum berlaku untuk satu orang enggak berlaku untuk satu orang,” ucap Fahri Hamzah.

Selanjutnya, Fahri Hamzah mengimbau agar Mabes Polri kembali merekrut Novel Baswedan. Hal ini untuk memperbaiki hubungan KPK dan Polri.

“Agar Novel dikenalkan kembali tata cara kerja dan reformasi yang diselenggarakan Mabes Polri. Sehingga, jarak antara KPK dan Mabes Polri tak jauh. Karena setiap penyelenggaraan kegiatan, seperti ini merugikan Mabes Polri,” tuturnya.

Sementara, penyidik senior KPK Novel Baswedan hari ini tiba Indonesia usai menjalani pengobatan matanya di Singapura. Novel Baswedan tiba di kediamannya di jalan Deposito, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, siang tadi.

Seperti diketahui, Novel Baswedan diserang dengan air keras pada April 2017 silam dan menyebabkan bagian mata kirinya rusak terpapar air keras tersebut. Namun, hingga kini kasus teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK itu masih menjadi misteri.

Bahkan, Polda Metro Jaya sampai saat ini belum mampu mengungkap motif di balik teror tersebut. Hasil perkembangan kasus itu sendiri, terakhir pihak Polda Metro Jaya merilis dua sketsa wajah yang diduga pelaku teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

loading...