Febri-Diansyah
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (foto: screenshot YouTube/google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi langkah konsistensi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengembalikan barang gratifikasi atau pemberian ke KPK.

Lain itu, Presiden Jokowi terakhir menyerahkan piringan hitam atau vinyl album grup musik rock asal Amerika Serikat, Metallica, yang dihadiahkan oleh Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen kepadanya.

Piringan hitam deluxe box set Metallica yang berjudul “Master of Puppets” pemberian Lars Lokke Rasmussen itu oleh Presiden Jokowi dikembalikan kepada negara melalui KPK sebagai pengembalian gratifikasi.

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah menyebut hal ini sudah dilakukan Presiden Jokowi sejak dirinya masih menjabat sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.

Lebih lanjut, dijelaskan Febri Diansyah, hal yang dilakukan oleh Presiden Jokowi seharusnya diikuti oleh bawahannya serta kepala daerah lain.

“Mulai dari kepala daerah Jokowi sudah melaporkan dan seharusnya ini ditiru oleh seluruh menteri di kabinet Jokowi dan seluruh pejabat yang lain,” kata Febri Diansyah kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 21 Februari 2018.

Selanjutnya, Febri Diansyah juga menegaskan, pengembalian barang gratifikasi merupakan komitmen dari kepala daerah kepada pencegahan korupsi.

“Karena ini berada pada ranah pencegahan tindak pidana korupsi tapi jika para pejabat tidak melaporkan penerimaan gratifikasinya ada resiko pidana,” tegasnya.

Sementara, dikatakan Febri Diansyah, uang pengganti barang berupa deluxe box set Metallica yang berjudul “Master of Puppets” dari Presiden Jokowi senilai Rp 11.079.019.

Penggantian barang dengan uang oleh Presiden Jokowi ini diatur dalam Peraturan KPK Nomor 6 Tahun 2015. Pasal 12 ayat (6) pada aturan itu berbunyi: Dalam hal Gratifikasi berbentuk barang, KPK dapat meminta Penerima Gratifikasi untuk menyerahkan uang sebagai kompensasi atas barang yang diterimanya sebesar nilai yang tercantum dalam Surat Keputusan Pimpinan dengan tata cara penyerahan sebagaimana diatur pada ayat (5) huruf a.

Pasal 12 ayat (7) berbunyi: Penerima Gratifikasi dapat menolak permintaan KPK sebagaimana dimaksud pada ayat (6).

Seperti diberitakan, Presiden Joko Widopdo (Jokowi) mendapatkan hadiah dari Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen dan Ibu Negara Solrun Lokke Rasmussen berupa album piringan hitam Metallica. Hadiah tersebut diberikan saat Presiden Jokowi menerima kunjungan kenegaraan Lars Lokke Rasmussen dan istrinya di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 28 November 2017 lalu.

Kunjungan tersebut sebagai kunjungan balasan, Lars Lokke Rasmussen sebelumnya menerima Rencong Aceh beserta dudukannya dari Presiden Jokowi.