Komjen-Ari-Dono-Sukmanto
Komjen Ari Dono Sukmanto. (foto: Antara Foto)

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengatakan tidak akan berhenti menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Menurut Kabareskrim Mabes Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, meski Novel Baswedan dikabarkan akan pulang ke Indonesia hari ini, Kamis, 22 Februari 2018, pihaknya akan terus menuntaskan kasus tersebut.

“Ya terus lah. Kita terus melakukan penyelidikan. Bukan berarti belum tertangkap, terus diam,” kata Komjen Ari Dono Sukmanto di kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) , Jakarta, Rabu, 21 Februari 2018.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana akan mengambil langkah lain jika kepolisian tidak bisa mengungkap pelaku maupun motif penyerangan terhadap Novel Baswedan yang terjadi April 2017 silam.

Sementara, ditegaskan Komjen Ari Dono Sukmanto, kepolisian khususnya Polda Metro Jaya belum berhenti dalam menangani kasus tersebut.

Menurutnya, kepulangan Novel Baswedan ke Indonesia karena kesehatannya semakin membaik. Bahkan, tidak akan menjadi alasan bagi kepolisian untuk berhenti mengungkap pelaku dan motif penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, kepolisian akan terus mengejar pihak-pihak yang diduga melakukan penyerangan terhadap penyidik senior KPK itu.

“Kan kejar, semua kejar. Satgas terus melakukan upaya-upaya penyelidikan, mencari bukti-bukti,” ujar Komjen Ari Dono Sukmanto.

Lebih lanjut, dikatakan Komjen Ari Dono Sukmanto, pihaknya juga tidak berencana menerbitkan surat perintah pemberhentian penyidikan (SP3) terhadap kasus Novel Baswedan meski telah 10 bulan belum terungkap pelakunya.

Bahkan, menurutnya hal itu wajar karena kasus Novel Baswedan termasuk dalam jenis kick and run atau menyerang lalu melarikan diri. Bahkan, kasus-kasus seperti yang menimpa Novel Baswedan memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar dalam pengungkapannya.

“Terlalu prematur kalau kita bilang SP3,” kata Komjen Ari Dono Sukmanto.

Selanjutnya, Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, ada kasus seperti Novel Baswedan dan telah berusia lima tahun namun belum terungkap siapa pelakunya. Kepolisian juga tidak menerbitkan SP3 meski kasus tersebut telah begitu lama ditangani.

“Ada yang lima tahun belum terungkap. Relatif perlu waktu untuk kita bisa mengungkap perisitiwa yang model-model seperti ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Novel Baswedan dikabarkan bakal kembali ke Indonesia pada Kamis, 22 Februari 2018, setelah menjalani perawatan di bagian mata sejak April 2017 silam di Singapura.

SUMBERCNNIndonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR