Ahok-1
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (foto: instagram/basukibtp)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana menilai adanya keganjilan dalam pengajuan peninjauan kembali (PK) kasus penistaan agama yang diajukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Mahkamah Agung (MA).

Menurut Eggi Sudjana, dirinya mencurigai ada tangan-tangan kekuasaan yang turut campur dalam tindakan hukum yang diambil Ahok tersebut. Bahkan, kecurigaannya itu muncul lantaran setelah vonis bersalah pada Mei 2017 lalu Ahok sama sekali tidak melakukan upaya hukum mengajukan banding.

“Saya curiga memang sudah ada yang mengatur. Ahok dulu tidak mengajukan banding karena ada bisikan untuk ajukan PK, sehingga hukumannya tidak ditambah,” kata Eggi Sudjana kepada awak media di kantornya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, 19 Februari 2018.

Lebih lanjut, menurut Eggi Sudjana, dirinya bukan tanpa alasan menyatakan kecurigaannya itu. Bahkan, pihak MA juga secara cepat memproses pengajuan PK Ahok yang masuk di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pada 2 Februari 2018 lalu.

Selanjutnya, pihak MA langsung akan mengadakan sidang perdana pada 26 Februari 2018 mendatang.

“Ini memang akal-akalan, langsung sidang, cepat sekali, bisa bebas cepat dia. Terdakwa yang mengajukan PK tidak akan dihukum melebihi masa hukuman sebelumnya. Justru melalui PK itu terdakwa bisa langsung bebas dari segala hukuman yang menjeratnya,” ujar Eggi Sudjana.

Seperti diketahui, upaya hukum PK itu diajukan Ahok melalui kuasa hukumnya, yaitu Josefina Agatha Syukur dan Fifi Lety Indra.