Siti-Zuhro
Siti Zuhro.

JAKARTA, harianpijar.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan 14 partai politik (parpol) yang lolos sebagai peserta Pemilu 2019. Namun, belum diketahui bagaimana peta persaingan ke depannya.

Menurut Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro, parpol saat ini dinilai secara kritis oleh masyarakat dan terutama partai penguasa pemenang pemilu. Lain itu, kontribusi mereka secara langsung kepada masyarakat akan dilihat.

Bahkan, menurutnya, tidak ada yang bertahan berturut-turut menjadi pemenang pemilu. Pada 2009 Partai Demokrat menjadi partai pemenang, tapi 2014 justru PDIP yang berkuasa.

“Pemilih kita ini moody. Banyak yang menjadi swing voter,” kata Siti Zuhro.

Lebih lanjut, Siti Zuhro mengatakan, posisi parpol juga sangat bergantung pada pencapaian di pilkada. Sementara, parpol yang menjadi pengusung utama calon di pilkada akan mendapat kepercayaan diri lebih tinggi bila keluar sebagai pemenang dalam pilkada.

Hal tersebut akan menjadi modal yang kuat untuk Pemilu 2019. “Jadi value added tersendiri bila menang. Apalagi di lumbung suara,” jelas Siti Zuhro.

Dirinya memprediksi, partai-partai besar tetap akan eksis di Pemilu 2019. Karena, mereka sudah memiliki jaringan yang kuat. Bahkan, menurutnya urutan tiga besar tidak akan jauh dari PDIP, Partai Gerindra, dan Partai Golkar.

Asalkan, Partai Golkar bisa membersihkan diri dari kontroversi kasus e-KTP yang ditinggalkan mantan ketua umumnya, Setya Novanto.

Sedangkan untuk peluang partai-partai baru, Siti Zuhro menyebut partai baru harus bisa menunjukkan karakteristiknya. “Mereka harus bisa menunjukkan karakteristiknya untuk merebut hati pemilih,” ujarnya.

Karena, menurut¬†Siti Zuhro, partai baru belum punya infrastruktur yang kuat hingga di bawah. Khususnya untuk mengenalkan diri kepada masyarakat. “Partai Garuda itu siapa orang harus tahu, siapa pemiliknya, apa programnya,” tandas Siti Zuhro.