Rizieq-Shihab-1
Rizieq Shihab. (foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/17)

JAKARTA, harianpijar.com – Selama ditinggal oleh pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Arab Saudi, organisasi yang membawa nama Alumni 212 terus mengalami dinamika.

Namun, setelah melakukan aksi 212 pada 2 Desember 2016 lalu muncul organisasi yang menamakan diri Presidium Alumni 212 yang berisi tokoh penggerak aksi yang awalnya menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat itu untuk dipenjara akibat melakukan penistaan agama.

Sementara, baru-baru ini Presidium Alumni 212 yang kini dimotori Eggi Sudjana mendeklarasikan pergantian nama menjadi Persaudaraan Alumni 212.

Sedangkan, kubu Umar Muhammad Al-Hamid dan Hasri Harahap tak mengakui pergantian nama itu dan tetap menghidupkan organisasi bernama Presidium Alumni 212. Belum lagi kehadiran Garda 212 yang diketuai Ansufri Idrus Sambo.

Selanjutnya, Ketua Umum Presidium 212 Umar Al-Hamid, membantah adanya perpecahan di antara elemen Alumni 212.

“Sebenarnya bukan perpecahan, tapi menambah armada,” kata Umar Al-Hamid saat dikonfirmasi di kantornya di Jalan Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan, Jumat, 16 Februari 2018 kemarin.

Lebih lanjut, Umar Al-Hamid menjelaskan, saat ini ketika komando ditinggal oleh Rizieq Shihab menimbulkan ketidakpastian bagi elemen-elemen Alumni 212.

Karena itu, kepulangan Rizieq Shihab ke tanah air sangat ditunggu untuk mempersatukan kembali elemen-elemen Alumni 212 tersebut.

“Tidak ada perpecahan, yang ada sekarang diam dan menunggu kepastian, kalau sudah ada kepastian mereka akan bersatu lagi. Kepastian itu berasal dari banyak hal, salah satunya kepulangan Habib Rizieq,” jelasnya.

Selanjutnya, juga ditegaskan Umar Al-Hamid, bahwa elemen yang diakui oleh Rizieq Shihab adalah Persaudaraan Alumni 212 dan yang lainnya bersifat sebagai pendukung.

“Beliau sudah beri pernyataan bahwa kami buat yang terbaru. Posisi Presidium 212 saya kira sebagai cadangan, kalau cadangan pasti bisa menjadi pemain tinggi, tinggal tunggu komando,” tegas Umar Al-Hamid.

Sementara, Umar Al-Hamid juga mengatakan, kepulangan Rizieq Shihab yang diisukan tanggal 21 Februari 2018 belum menemukan titik pasti. Lain itu, beliau pasti akan menyampaikan kepulangannya sendiri.

“Beliau saat ini masih menunggu petunjuk karena dengan petunjuk itu ia akan menganggapnya sebagai tugas dari Allah dan tak akan ada rasa khawatir pulang ke Indonesia. Beliau ingin kepulangannya memberi rasa damai dan tidak menimbulkan kegaduhan,” ucap Umar Al-Hamid.

Selain itu, menurut Umar Al-Hamid, dirinya beberapa kali berkomunikasi dengan Rizieq Shihab tapi tidak pernah menyinggung masalah kepulangan ke tanah air.

“Ada lah saya beberapa kali berkomunikasi dengan beliau, tapi Rizieq Shihab tidak pernah menyinggung masalah kepulangan. Kalau beliau akan pulang pasti akan memberi pernyataan resmi baik dalam bentuk audio atau visual dan berbicara menyatakan kerinduan serta semangat untuk kembali ke Indonesia,” tandasnya.