Rizieq-Shihab
Rizieq Shihab. (foto: AFP/POOL/RAISAN AL FARISI)

JAKARTA, harianpijar.com – Juru bicara Presidium Alumni 212 Aminuddin mengatakan ada upaya dari pihak kepolisian untuk menebar ancaman bagi pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab untuk segera ditangkap jika kabar kepulangannya benar-benar terjadi.

Hal tersebut terungkap saat menanggapi pernyataan Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul beberapa hari lalu yang menyebut kepulangan Rizieq Shihab bisa menyelesaikan satu kasus hukum yang disangkakan kepadanya.

“Saya lihat sebuah teks berjalan di sebuah stasiun televisi nasional yang menyebut kepulangan Habib Rizieq tidak menghapuskan upaya meneruskan proses hukum kasus yang menjeratnya. Itu berarti kan ada ancaman, beliau pulang, lalu proses hukum menunggu,” kata Aminuddin saat dikonfirmasi di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat, 16 Februari 2018.

Baca juga: Siapkan Penjemputan Rizieq, FPI: Alumni 212 Akan Putihkan Jakarta

Menurut Aminuddin, dirinya tak menampik bahwa pihaknya memang ingin pihak kepolisian segera mengeluarkan status SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) terhadap kasus-kasus yang membelit Rizieq Shihab.

Bahkan, menurutnya pihak kepolisian seharusnya melindungi masyarakat yang ingin pulang ke Indonesia, apalagi Rizieq Shihab adalah seorang ulama.

“Kalaupun satu kasus bisa diselesaikan tapi masih ada laporan-laporan lain yang menunggu yaitu ada sekitar 18. Seharusnya pihak kepolisian melindungi warganya apalagi beliau seorang ulama, ulama jangan dijadikan tersangka dengan berlapis-lapis kasus,” ucap Aminuddin.

Baca juga: Foto Tiket Beredar, Rizieq Akan Tiba pada 21 Februari Pukul 09.00

Sementara, Rizieq Shihab sendiri dikabarkan akan pulang 21 Februari 2018 mendatang dan sudah ada pihak yang menyiapkan panitia penyambutan kepulangan yang bersangkutan. Namun, sampai saat ini kabar kepulangan yang bersangkutan belum dapat dipastikan karena belum ada kabar resmi dari Rizieq Shihab.