Mardani-Ali-Sera
Mardani Ali Sera. (foto: dok. PKS)

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku mendengar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajukan diri sebagai cawapres Joko Widodo (Jokowi) untuk Pilpres 2019.

PKS sendiri membantah Fahri Hamzah soal itu. Bahkan, menurut Wasekjen PKS Mardani Ali Sera, PKS justru semangat mengalahkan Jokowi dengan mengajukan sosok baru.

“Terbalik, kita semangat mengganti. Mungkin Pak Fahri ditanya dan belum sempat klarifikasi,” kata Mardani Ali Sera dalam perbincangan, Jumat, 16 Februari 2018.

Mardani Ali Sera menegaskan, hingga saat ini partainya masih menjadi oposisi bersama Partai Gerindra. “Hingga saat ini masih dalam posisi bersama Gerindra, dan bersama partai lain berusaha menghadirkan figur yang dapat mengalahkan Jokowi,” tegas Mardani Ali Sera.

“Monggo saja pak Jokowi berusaha mencari figur berprestasi, namun kami pun berusaha untuk menandingi,” tambahnya.

Lebih lanjut Mardani Ali Sera memastikan sikap PKS belum berubah. Menurutnya, PKS masih menginginkan adanya pergantian dari kepemimpinan saat ini.

“Ingin mengganti kepemimpinan negeri lewat proses demokrasi secara sehat dan konstitusional. Mulai banyak bermunculan nama-nama potensial capres yang kami terima, semua akan dimusyawarahkan dengan sekutu kami partai Gerindra dan beberapa yang mulai jalin komunikasi,” jelas Mardani Ali Sera.

Sebelumnya, Fahri Hamzah menyatakan mendengar PKS mengajukan diri sebagai cawapres Jokowi di Pilpres 2019. Meski statusnya di PKS masih menjadi polemik, Fahri Hamzah mengaku sedih.

“Saya denger ada gerakan pengen jadi wakil Pak Jokowi, sedih saya dengernya itu,” kata Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018.

“Gimana orang-orang ini kan. Elite-elite PKS lagi pada muji-muji Pak Jokowi. Kok jadi begini? Padahal kita lagi mencalonkan orang jadi capres. Capres dong, gagah dong,” lanjutnya.

Fahri Hamzah mengatakan, PKS seharusnya berani mencalonkan tokohnya sebagai capres. Karena, menurutnya, PKS adalah partai yang turut memperjuangkan reformasi.

Hal itu juga yang menjadi alasan bagi Fahri Hamzah mendukung mantan Presiden PKS Anis Matta sebagai capres karena dianggap merepresentasikan hal tersebut.

“PKS ini kan generasi reformasi. Harusnya berani jadi Presiden. Pak Jokowi aja berani jadi Presiden, masa kita nggak berani. Kita kan demo-demo, berdarah-darah di jalan. Nah makanya saya dukung Pak Anis,” ujar Fahri Hamzah. (nuch/det)

loading...