Hasto-Kristiyanto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat membuka Rakerdasus PDIP Jateng di Semarang. (foto: SINDOnews/A Antoni)

JAKARTA, harianpijar.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto merasa optimis pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah yang diusung PDIP Ganjar Pranowo dan Taj Yasin akan memenangkan Pilgub Jateng.

Menurut Hasto Kristiyanto, Jateng selama ini dikenal sebagai “Kandang Banteng” yang sulit untuk ditaklukkan oleh lawan.

“Menumbangkan Jateng ‘Kandang Banteng’ itu tidak mudah. Jangan salah, yang menjadikan Jateng ‘Kandang Banteng’ bukanlah pemimpin apalagi elit politik, tapi justru ada pada rakyat,” kata Hasto Kristiyanto saat membuka Rakerda DPD PDIP Jateng di Hotel Gumaya, Rabu, 14 Februari 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Hasto Kristiyanto, dalam Pilkada pengambil keputusan adalah rakyat. “Jadi kalau selama ini Jateng ‘Kandang Banteng’ karena memang rakyat selalu memiliki PDIP sebagai parpol yang pro rakyat,” tegas Hasto Kristiyanto.

Dirinya pun mengajak para kader dan pengurus dari tingkat Ranting, Anak Cabang sampai DPD untuk terus menggalang kekuatan rakyat sehingga bisa memenangkan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dalam Pilgub 2018.

“Bu Mega melihat pasangan Ganjar-Yasin itu tak ubahnya kekuatan yang telah digalang Bung Karno dimana Bung Karno lewat PNI dulu telah merangkul kekuatan Islam yakni NU dan Muhammadiyah dalam membangun Negara, Sudah pasti Jateng tetap Kandang Banteng,” ujarnya.

Sementara, dikatakan Hasto Kristiyanto, terkait dugaan keterlibatan Ganjar Pranowo dalam skandal korupsi e-KTP, dirinya meyakinkan bahwa Ganjar Pranowo bersih dari korupsi. Bahkan, selama ini PDIP dalam proses Pilkada maupun Pilpres selalu mengedepankan mencari Pemimpin, bukan pemburu kekuasaan.

“Pak Ganjar orangnya sederhana, apa adanya. Bahkan selama menjadi Gubernur Jateng beberapa kali mendapat penghargaan dari KPK sendiri,” kata Hasto Kristiyanto.

Namun, dijelaskan Hasto Kristiyanto, berdasarkan keterangan Ganjar Pronowo, jelas dirinya tidak menerima dan tidak terlibat korupsi e-KTP.

“Bu Mega pun tidak pernah salah pilih, karena selama ini PDIP mencari Pemimpin bukan pemburu kekuasaan,” tandasnya.

SUMBERCNNIndonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR