Jokowi-1
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (foto: Dok. detik)

AMBON, harianpijar.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat agar tidak mengorbankan persaudaraan dan persatuan antarwarga saat pilkada serentak nanti digelar.

Menurut Presiden Jokowi, perbedaan pilihan setiap warga merupakan hal yang wajar di setiap penyelenggaraan pilkada.

“Jangan sampai karena pilihan gubernur, bupati, wali kota karena beda pilihan politik jadi tidak rukun antar tetangga, antar kampung,” kata Presiden Jokowi saat pembagian sertifikat hak tanah di Ambon, Rabu, 14 Februari 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Presiden Jokowi, sebagai negara yang majemuk dan beragam, dirinya meminta agar masyarakat menjaga rasa persaudaraan dan persatuan. Bahkan, dirinya tak ingin rasa persaudaraan justru dirusak karena perbedaan pilihan politik.

“Ini adalah proses demokrasi tiap lima tahun sekali. Jangan dikorbankan persaudaraan kita gara-gara ini. Jangan, terlalu mahal biayanya,” tegasnya.

Selanjutnya, Presiden Jokowi mengingatkan agar masyarakat tak mudah terprovokasi oleh para politikus. Sehingga menyebabkan terjadinya keretakan kerukunan.

“Jangan sampai bapak ibu dikompori oleh politikus. Kemudian menjadi retak antar tetangga antar kampung,” jelas Presiden Jokowi.

Bahkan, Presiden Jokowi juga menceritakan konflik yang terjadi di Afghanistan yang masih terjadi hingga kini. Konflik itupun menyebabkan perpecahan dan kemunduran di negara tersebut.

Saat bertemu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani berpesan kepada Presiden Jokowi agar menjaga kerukunan dan perdamaian di Indonesia. “Jangan sampai kayak Afghanistan. Kalau sudah seperti itu sulit sekali untuk merukunkannya,” tandas Presiden Jokowi.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR