Anies-Baswedan-dan-Prabowo-Subianto
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (foto: Dok. Liputan6)

JAKARTA, harianpijar.com – Asia Times, edisi 7 Februari 2018, membuat¬† satu tulisan yang berjudul “Widodo Steams Towards Easy Second Run”. Tulisan tersebut berisi tentang Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK) yang kemungkinan bakal maju lagi pada Pilpres 2019.

Jurnalis senior Asia Times John McBeth mengulas tentang hasrat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang akan maju lagi pada Pilpres 2019. Bahkan, Prabowo Subianto dinilai memiliki sejumlah modal besar untuk bisa menjadi lawan berat Jokowi.

Sementara, pada survei yang digelar SMRC nama Jokowi dan Prabowo Subianto bersaing ketat. Namun, nama Jokowi masih berada di posisi teratas dari pesaing terberatnya, Prabowo Subianto. Selanjutnya, pada survei SMRC terakhir, sebanyak 38,9 persen pemilih akan memilih Jokowi sebagai presiden jika pilpres digelar hari itu. Sedangkan, Prabowo Subianto hanya meraih 10,5 persen.

Untuk generasi milenial, lembaga survei LSI menyatakan ada 45 persen suara terdaftar yang dari jumlah itu sekitar 38,4 persen memilih Jokowi dan 24,6 persen Prabowo Subianto. Bahkan, ada jarak tipis antara perolehan suara Jokowi dan Prabowo Subianto di kalangan generasi milenial.

Selanjutnya, ulasan John McBeth yang menarik adalah menulis tentang kemungkinan pendamping Prabowo Subianto sebagai cawapres. Menurut orang-orang dalam dari kalangan Prabowo Subianto, menyatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih menjadi pilihan cawapres Prabowo Subianto. Nama Anies Baswedan diunggulkan karena memiliki beberapa kelebihan dan cukup dikenal masyarakat.

Namun, dijelaskan John McBeth, jadi tidaknya Anies Baswedan menjadi pendamping Prabowo Subianto, akan tergantung dengan kemampuan dan prestasi Anies Baswedan beberapa bulan ke depan dalam mengemban amanah sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Seperti diketahui, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno secara mengejutkan mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Kekalahan Ahok pada Pilgub 2017 itu mencuatkan nama Anies Baswedan sebagai salah satu politisi yang berpengaruh dan mendapat perhatian luas publik. Bagi kubu sebelah, kemenangan Anies Baswedan atas Ahok menjadi semacam pelajaran berharga dalam menyiapkan medan tempur pada Pilpres 2019.

Selanjutnya, pada survei Indo Barometer bulan Desember lalu, nama Anies Baswedan berada di posisi atas sebagai cawapres mengalahkan Agus Harimuti Yudhoyono (AHY) dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Lain itu, Anies Baswedan juga lebih unggul dibandingkan cawapres lain seperti Ahok, Ridwan Kamil, dan Moeldoko.

Dalam survei, Anies Baswedan meraih dukungan 10,5 persen. Jika disandingkan dengan Prabowo Subianto, elektabilitas Anies Baswedan naik dua kali lipat hingga 22,5 persen. Nama Anies Baswedan makin berkibar jika disandingkan dengan Prabowo Subianto untuk maju pada Pilpres 2019 mendatang.

Namun, soal maju atau tidaknya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sempat menjadi polemik. Tetapi John McBeth menulis beberapa orang percaya jika Prabowo Subianto tetap akan maju pada Pilpres 2019.

Selain itu, pada Oktober tahun lalu dia mengatakan, “Jika kalian semua percaya menjadi presiden adalah lahan untuk perjuangan, maka saya siap untuk menjadi kandidat presiden.”

Sementara, menurut Wakil Ketua DPR Fadli Zon, dirinya yakin Prabowo Subianto akan tampil lagi sebagai capres. “Dia seorang pria dengan misi dan saya tidak melihat dia mundur dari misi itu,” kata Fadli Zon.

loading...