Presiden Joko Widodo (Jokowi).

JAKARTA, harianpijar.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bosan-bosannya menyampaikan keinginannya agar seluruh Kementerian dan Lembaga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dari segi investasi dan ekspor. Lain itu, menurutnya kedua sektor ini dinilai bisa menjadi kunci dalam menggerakan roda perekonomian Indonesia.

Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk meningkatkan dua sektor ini maka Indonesia harus bisa memperbaiki iklim kemudahan berusaha berinvestasi mulai dari tingkat pemerintah pusat hingga ke pemerintah daerah. Bahkan, kemudahan berusaha ini sudah lama ditunggu oleh para pelaku usaha.

“Kita sedang adu kecepatan dengan negara lain yang juga melakukan langkah hampir sama dengan kita. Jika kita terlambat artinya kita ditinggal. Dan investasi akan beralih ke negara-negara yang menawarkan iklim yang lebih baik. Padahal kita membutuhkan tambahan lapangan pekerjaan baru, untuk mengatasi pengangguran yang ada,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat rapat paripurna, di Jakarta, Senin 12 Februari 2018.

Lebih lanjutn, ditegas Presiden Joko Widodo (Jokowi), selain invetasi diingatkan bahwa sektor ekspor memiliki kontribusi yang besar terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 20,37 persen. Menurutnya angka ini masih kecil dan harus ditinggatkan kembali dengan berbagai terobosan baru, salah satunya percepatan hambatan bagi para eksportir.

Selin itu, di sisi lain diminta agar pelaku usaha dan BUMN juga dilibatkan dalam menggarap pasar ekspor nontradisional. Karena itu, dirinya sudah mengintruksikan kepada Kementerian Luar Negeri agar bisa menggelar pameran di negara nontradisional berpenduduk besar seperti Pakistan, Bangladesh, dan sejumlah negara lain di Benua Afrika dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.

“Para duta besar, Konjen, Atase Perdagangan juga harus memperkuat diplomasi. Mereka menjadi ujung tombak promosi, peluang investasi, dan harus jeli melihat peluang ekspor dari negara kita,” tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sementara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV mampu tumbuh mencapi 5,19 persen. Dengan bayangan trand ekonomi pada 2018 yang akan menggeliat maka dirinya yakin perbaikan ekonomi dibarengi dengan perluasan ekspor bisa ikut naik.

Sedangkan, dengan konsumsi rumah tangga diharap makin membaik sejalan dengan program padat karya tunai yang telah digulirkan di sejumlah daerah. Bahkan, beberapa Kementerian sudah mulai menjalankannya seperti PUPR dan Kementerian Desa.

“Diharap program serupa bisa dijalankan Kementerian dan Lembaga lain sehingga konsumsi rumah tangga bisa merata kenaikannya,” tandas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

loading...