PKB-Imlek
. (foto: Dok. PKB)

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) malam ini akan menggelar Refleksi Imlek bersama tokoh Tionghoa dan lintas agama di Jakarta untuk menyambut imlek yang jatuh pada tanggal 16 Februari 2018. Hal ini, merupakan kegiatan rutin tahunan PKB.

“Imlek selalu saya sambut dengan rasa haru dan bahagia. Selain karena perayaan ini merupakan legacy Gus Dur dan PKB kepada negeri ini, juga karena sejarah panjang jatuh bangunnya warga Tionghoa di Indonesia. Jauh sebelum kemerdekaan, bahkan sejak masa kerajaan Nusantara, warga Tionghoa sudah hidup bersisian di Indonesia. Perjalanan mereka panjang dan keras. Toh mereka survive. Karakter ini turut mewarnai masyarakat Indonesia,” kata Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) seperti dilansir dari detik, Senin, 12 Februari 2018.

“Imlek kali ini merupakan tahun Anjing Tanah. Dari yang saya baca, shio anjing tanah adalah shio yang paling disenangi, fleksibel, paling supel, di antara shio lain. Ini cocok dengan karakter PKB. Kami ingin menjadi yang di tengah, muthawassitun, menyeimbangkan antara yang kiri dan kanan, yang atas dan yang bawah. Antara kepentingan pekerja dan kepentingan pengusaha. Antara kepentingan petani dan kebutuhan konsumen akan sembako murah. Nggak mudah, tapi harus diperjuangkan,” tambahnya.

Lebih lanjut Cak Imin mengatakan meskipun kader PKB kaum tengah, namun ada hal-hal prinsip yang tidak bisa ditawar, yakni Pancasila, kebhinekaan, kemandirian ekonomi, dan kemanusiaan.

Untuk 4 hal tersebut, kata Cak Imin, PKB ada di garis keras. Termasuk melindungi hak ekonomi sosial politik warga Tionghoa.

“Kami akan die-hard kalau soal melawan diskriminasi dan kesenjangan. Kita harus selalu bangun persaudaraan karena persaudaraan itu berkah untuk Indonesia. Seperti ungkapan karakter shio anjing: Aku akan mendengar keluhan dan kepedihanmu. Mataku dan telingaku akan kubuka untukmu. Semoga Imlek kali ini membuat kita semakin kokoh dan supel dalam pergaulan sosial dan politik kita,” kata Cak Imin. (nuch/det)

loading...