JAKARTA, harianpijar.com – Kuasa Hukum mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Didi Irawadi Syamsuddin membantah kliennya membuat gaduh dalam kasus korupsi e-KTP.

Hal tersebut dikarenakan langkah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melaporkan kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya yang dinilai telah melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik, melalui pernyataan di media soal kesaksian Mirwan Amir di sidang e-KTP untuk terdakwa Setya Novanto.

“‎Yang gaduh itu bukan SBY atau Demokrat, yang gaduh ya yang buat fitnah. Yang disampaikan Firman Wijaya itu Fitnah, kami fokus di penegakkan hukum. Pak SBY itu mau tegakkan haknya, dia mau bela haknya sebagaimana kita semua sebagai warga negara,” kata Didi Irawadi Syamsuddin dalam dikusi bertemakan “Catatan Hitam e-KTP, Sabtu 10 Februari 2018.

Menurut Didi Irawadi Syamsuddin, soal laporan SBY ke Bareskrim, dirinya meminta Bareskrim untuk cepat mengusut karena sampai saat ini, SBY masih percaya pada Polri untuk mencari keadilan.

Selain itu, juga dikatakan Didi Irawadi Syamsuddin, menyinggung soal SBY yang pada Februari 2017 sempat melaporkan Antasari Azhar yang juga dianggap mencemarkan nama baiknya. Bahkan, terlebih pernyataan Antasari itu menjelang pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta 2017, yang dirasa merugikan perjuangan politik anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang kalah di Pilkada DKI Jakarta.

“Saya juga mau ingatkan Bareskrim untuk tidak lama-lama memproses. Laporan yang dulu soal Antasari juga belum jalan,” tandas Didi Irawadi Syamsuddin.

SUMBERTribun
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR