Agus-Rahardjo
Agus Rahardjo. (foto: Antara Foto)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo tidak ingin menganggap serius sikap Fredrich Yunadi dalam persidangan yang mengatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK telah direkayasa.

Dalam persidangan yang digelar pada Kamis, 8 Februari 2018 Fredrich Yunadi membantah isi dakwaan jaksa KPK yang menyebut dirinya pernah meminta satpam mengusir penyidik KPK dari ruang VIP lantai 3 RS Permata Hijau Jakarta. Namun, menurut Fredrich Yunadi, dirinya tidak pernah melakukan itu.

Agus Rahardjo hanya tersenyum menanggapi pernyataan Fredrich Yunadi tersebut. Bahkan, dirinya mempercayakan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk mengungkap semua hal terkait tindakan merintangi penyidikan kasus korupsi.

“Orang dalam membela dirinya boleh berkilah apa pun, tapi proses di dalam pengadilan yang akan membuktikan siapa yang bohong,” kata Agus Rahardjo saat dikonfirmasi di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis, 8 Februari 2018 kemarin.

Selain itu, Fredrich Yunadi juga sempat mengatakan bahwa penyidik KPK menzalimi keluarganya. Namun, Agus Rahardjo menanggapi dengan tenang klaim Fredrich Yunadi tersebut.

“Jangan dipercaya begitu saja apa yang diomongkan. Itu akan kita buktikan di pengadilan,” ucap Agus Rahardjo.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif juga menyebut, justru keluarga Fredrich Yunadi yang menghardik serta mencaci maki penyidik KPK. Menurutnya, kejadian itu terjadi saat penyidik KPK mendatangi rumah Fredrich Yunadi.

“Kami punya videonya. Jadi itu memutar balikan fakta,” kata Laode M Syarif saat dikonfirmasi ditempat yang sama.

Selanjutnya, dijelaskan Laode M Syarif, pihaknya akan menyerahkan kepada Pengadilan Tipikor untuk mengungkap apa yang terjadi sebenarnya.

Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka karena diduga merintangi penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP terhadap tersangka Setya Novanto.

Selain itu, Fredrich Yunadi juga disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Fredrich Yunadi menjalani persidangan perdana untuk kasus tersebut, Kamis, 8 Februari 2018 kemarin. Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa KPK, Fredrich Yunadi meminta satpam untuk mengusir penyidik KPK dari ruang VIP lantai 3 RS Permata Hijau Jakarta.

Sedangkan alasan Fredrich Yunadi, mengutip surat dakwaan, kehadiran penyidik KPK mengganggu Setya Novanto yang tengah dirawat akibat kecelakaan. Namun, Fredrich Yunadi lantas menyangkal isi surat dakwaan tersebut.

“Saya sudah membaca surat dakwan yang diserahkan, tapi surat dakwaan itu palsu dan rekayasa,” kata Fredrich Yunadi saat dimintai tanggapannya oleh majelis hakim, di Pengadilan Tipikor Jakarta.

SUMBERCNNIndonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR