setya-novanto-saksi
Terdakwa kasus korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto.

JAKARTA, harianpijar.com – Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera Deniarto Suhartono menyebutkan sejumlah perusahaan yang kepemilikan saham mayoritasnya dimiliki keluarga mantan Ketua DPR RI Setya Novanto. Lain itu, Deniarto Suhartono menjadi saksi untuk terdakwa Setya Novanto dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Eva Yustisiana dalam sidang bertanya kepada saksi Deniarto Suhartono, pada BAP No 7 saudara menyebutkan pada sekitar Juni 2008 Heru Taher kembali melakukan perubahan dengan memasukkan saya Deniharto Suhartono sebesar 10 persen dan memasukkan Deisti Astriani Tagor, istri Setya Novanto sebagai komisaris dengan pemilik saham 50 persen. Reza Herwindo yang saya kenal sebagai anak Setya Novanto kepemilikan saham 30 persen tanpa menjadi pengurus sehingga keluarga Setya Novanto jadi pemilik di PT Mondialindo Graha Perdana, apa ini benar.

“Iya, tapi itu semua yang mengurus staf Pak Heru,” kata Deniarto Suharto yang dihadirkan sebagai saksi pada sidang di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis 8 Februari 2018.

Namun, pada September 2011, kepemilikan keluarga Setya Novanto, yaitu Deisti Astriani Tagor dan Reza Herwindo beralih ke Cyprus Antonia Tatali sebesar 80 persen. Tetapi, Cyprus Antonia Tatali tidak aktif dan tidak mengurus PT Mondialindo Graha Perdana dan menyerahkan ke Deniarto. PT Mondialindo Graha Perdana merupakan pemegang saham mayoritas sebesar 42,5 persen dari PT Murakabi Sejahtera, salah satu perusahaan peserta proyek e-KTP.

Sementara, terdakwa korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto membantah atas kesaksian Deniarto Suhartono.

“Mengenai PT Murakabi, kalau tak salah dengar perusahaan itu milik keluarga Setya Novanto. Bapak tahu dari mana. Kalau kita melihat saham Murakabi, 42,5 persen milik Mondialindo, sebagai saham mayoritas yang dimiliki keluarga saya, itu di 2007, apakah di 2007 itu keluarga saya sudah masuk ke PT Murakabi,” tanya Setya Novanto kepada Deniarto Suhartono.

“Belum,” jawab Deniarto Suhartomo.

Sedangkan, Deniarto Suhartono juga mengungkapkan soal penjualan kantor lantai 27 Menara Imperium yang tadinya merupakan kantor PT Murakabi Sejahtera. Menurutnya, kantor itu dijual ke PT Inti Anugerah Kapitalindo yang dimiliki Hairiansyah.

Selain itu, menurutnya saat kantor dijual pada 2014 seharga Rp 5 miliar. Pada penandatanganan akta jual beli, Hairiansyah mengatakan bertemu dengan Setya Novanto.

“Kalau pembeli pernah tanya ke saya, itu pemiliknya Pak Nov, uang masuk untuk setoran modal dari PT Graha Mardika Sejahtera, saham PT Graha Mardika Sejahtera itu 85 persen milik anak pak Novanto,” ucap Deniarto Suhartono.

Selanjutnya, saat masih beroperasi, PT Murakabi Sejahtera juga hanya punya dua karyawan aktif dan tidak punya aset namun jadi kepala konsorsium sebagai perusahaan pendamping tender e-KTP.

“Saya lihatnya cuma pegawai dua orang, yang lain saya, Cyprus dan Irvanto,” tandas Deniarto Suhartono.

Sementara diketahui, Irvanto adalah keponakan dari tersangka korupsi proyek pengadaan e-KTP Setya Novanto.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR