fredrich
Mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

JAKARTA, harianpijar.com  – Mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 8 Februari 2018. Lain itu, dirinya kembali membuat gaduh seperti yang dilakukannya saat tahap penyidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Setelah kami berunding (untuk mengajukan eksepsi pekan depan), meskipun saya sangat ingin menelanjangi penipuan yang dilakukan jaksa KPK,” kata Fredrich Yunadi usai mendengar jaksa KPK membacakan surat dakwaan.

Namun, upaya Fredrich Yunadi untuk berbicara panjang lebar langsung diredam ketua majelis hakim Saifuddin Zuhri. Bahkan, hakim Syaifuddin Zuhri sempat mengetuk palu sidang untuk mengendalikan Fredrich Yunadi.

“Terdakwa dengarkan saya. Jangan ngomong sana sini dulu,” kata Saifuddin saat sidang.

Sementara, dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) KPK, pihak mendalilkan bahwa Fredrich Yunadi bersama dokter Bimanesh Sutarjo diduga melakukan rekayasa perawatan Setya Novanto di RS Medika Permata Hijau pada 16 November tahun lalu.

Sedangkan, rekayasa itu dinilai sebagai upaya untuk menghalangi penyidikan (obstruction of justice) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lain itu, dalam dakwaan jaksa KPK juga membeberkan kronologi pelarian Setya Novanto sebelum perawatan itu dilakukan.

Menurut jaksa penuntut umum KPK, Setya Novanto pada 15 November atau sehari sebelum dirawat, pergi menuju Bogor bersama ajudannya Reza Pahlevi dan Azis Samual. Mereka menginap di Hotel Sentul sambil memantau perkembangan situasi melalui televisi.

“Pada saat dilakukan upaya penangkapan dan penggeledahan di rumah Setya Novanto, penyidik menanyakan keberadaan Setya Novanto kepada terdakwa, namun terdakwa mengatakan tidak mengetahui,” kata jaksa KPK Kresno Anto Wibowo dalam surat dakwaan.

Selanjutnya, ketidaktahuan Fredrich Yunadi itu dinilai berseberangan. Karena, Fredrich Yunadi ditengarai menemui Setya Novanto di DPR sebelum Setya Novanto memutuskan pergi ke Bogor.

Semengtara, Hakim juga memutuskan untuk menunda sidang itu pekan depan dengan agenda pembacaan eksepsi terdakwa Fredrich Yunadi.

SUMBERJPNN
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR