ahmad-sobrii-lubis
Ketua Umum Front Pembela Islam KH Ahmad Sobri Lubis.

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), KH Ahmad Sobri Lubis menilai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristianto memberikan keterangan palsu. Lain itu, keterangan tersebut disampaikan Hasto Kristiyanto saat menjadi saksi di persidangan ustaz Alfian Tanjung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu 7 Februari 2018 lalu.

Menurut KH Ahmad Sobri Lubis, keterangan palsu yang disampaikan Hasto Kristiyanto, yakni  soal banyak anak Partai Komunis Indonesia (PKI) di dalam Front Pembela Islam (FPI).

Lebih lanjut, dijelaskan KH Ahmad Sobri Lubis, Hasto Kristiyanto mengklaim mendengarkan perkataan itu langsung dari mulut Rizieq Shihab.

“Hasto pendusta. Dia beri keterangan palsu dalam sidang Ustaz Alfian Tanjung, dengan menyatakan bahwa Habib Rizieq sebut banyak anak PKI di FPI,” jelas KH Ahmad Sobri Lubis, Rabu 7 Februari 2018.

Selain itu, KH Ahmad Sobri Lubis, dirinya juga mengingatkan kepada Hasto Kristiyanto agar berhati-hati karena bisa dikenakan pasal terkait keterangan palsu di pengadilan. Bahkan, menurutnya Rizieq Shihab tidak pernah menyatakan di FPI banyak anak PKI, baik di depan mau pun di belakang Hasto Kristiyanto. Bahkan, dimana pun dan kapan pun.

Selanjutnya, ditegaskan KH Ahmad Sobri Lubis, saat Hasto Kristiyanto datang menemui Rizieq Shihab di Markaz Syariah Mega Mendung Bogor sekitar akhir Januari 2017 lalu, dihadiri juga oleh Wakil Ketum FPI KH Ja’far Shiddiq.

Bahkan, menurutnya saat itu Hasto Kristiyanto mengklarifikasi dan minta maaf tentang pidato Megawati yang diprotes umat Islam karena mengandung penistaan terhadap ajaran Islam.

Selain itu, KH Ahmad Sobri Lubis juga mengatakan, Rizieq Shihab juga menasihati Hasto Kristiyanto agar PDIP jangan jadi sarang penampungan anak keturunan PKI yang masih mengusung ideologi PKI.

Bahkan, Rizieq Shihab juga meminta Hasto Kristiyanto memberi jaminan tertulis bahwa PDIP bukan sarang PKI. Caranya dengan membuat pernyataan resmi terbuka atas nama PDIP dan bertandatangan Megawati, bahwa PDIP Partai Nasionalis dan bukan Sarang PKI.

Selanjutnya, menurut KH Ahmad Sobri Lubis, Rizieq Shihab menyatakan langsung kepada Hasto Kristiyanto anak keturunan PKI yang tidak lagi mengusung ideologi PKI tidak boleh diganggu. Bahkan hak-hak sosial ekonomi, pendidikan dan politiknya harus dipulihkan dan mereka juga berhak hidup membaur secara normal di tengah masyarakat, termasuk belajar agama di pesantren mau pun ikut ormas dan Orsosopol, hingga jadi PNS dan pejabat sekali pun.

Selain itu, dikatakan KH Ahmad Sobri Lubis, Rizieq Shihab juga menegaskan mereka tidak boleh menanggung beban kesalahan orang tua mereka.

“Dalam konteks ini, FPI selalu siap mendidik dan membina anak keturunan PKI agar menjadi Muslim yang beriman dan bertaqwa, sebagaimana di Tasik dan Garut. FPI mendidik dan membina ribuan warga Ahmadiyah sehingga sadar dan taubat kembali kepada Islam,” tegas KH Ahmad Sobri Lubis.

Namun, dikatakan KH Ahmad Sobri Lubis, lain halnya jika anak keturunan PKI mengusung kembali ideologi mereka. Maka harus dibasmi dan dicabut hak-haknya tersebut.

Jadi, menurut KH Ahmad Sobri Lunis, dirinya menekankan FPI tidak pernah kompromi dengan PKI. Namun FPI selalu siap mendidik dan membina anak keturunan PKI, kapan saja dan dimana saja. Namun hal itu bukan berarti anak keturunan PKI serta merta bisa menjadi anggota apalagi pengurus FPI.

“Justru di PDIP, anak keturunan PKI yang masih mengusung ideologinya, dengan bangga mengarang buku membela PKI, bahkan menjadi anggota parlemen, tandas KH Ahmad Sobri Lubis.

loading...